Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Shell dan Total Lolos dari Kuartal 'Maut', Ini Rahasianya

Keduanya mengisyaratkan bahwa mereka dapat mengeksploitasi volatilitas harga yang ekstrem selama kelebihan suplai mencapai rekornya pada April.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  22:19 WIB
Karyawan menggunaan helm berlogo Shell di fasilitas pencampuran pelumas di Rusia (7/2/2018). Bloomberg - Andrey Rudakov
Karyawan menggunaan helm berlogo Shell di fasilitas pencampuran pelumas di Rusia (7/2/2018). Bloomberg - Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA – Raksasa minyak Royal Dutch Shell dan Total SE berhasil selamat dari kuartal yang dipandang paling suram untuk industri minyak dan gas, berkat operasi perdagangan besar-besaran mereka.

Dilansir Bloomberg, Kamis (30/7/2020), Shell mencatat laba bersih yang disesuaikan sebesar US$638 juta pada kuartal II/2020. Kendati anjlok 82 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi hasil ini jauh lebih baik dari rata-rata perkiraan analis untuk kerugian sebesar US$664 juta.

Sementara itu, Total membukukan laba mengejutkan sebesar US$126 juta dibandingkan dengan ekspektasi atas kerugian sebesar US$443 juta.

Angka-angka tersebut tidak termasuk writedown nilai aset kedua perusahaan sebesar puluhan miliaran dolar AS yang dihasilkan dari penurunan harga minyak dan gas dan telah diungkapkan kepada investor.

Para investor telah mendapat peringatan bahwa pandemi Covid-19 menghantam hampir semua bagian bisnis raksasa energi. Namun, menurut perusahaan, kondisi ini mampu diimbangi oleh perolehan pembelian dan penjualan minyak.

Baik Shell maupun Total disebut menghasilkan laba yang kuat. Seperti biasa, kedua perusahaan tidak mengungkapkan secara pasti berapa banyak uang yang dihasilkan dari operasi perdagangan mereka.

Namun, keduanya mengisyaratkan bahwa mereka dapat mengeksploitasi volatilitas harga yang ekstrem selama kelebihan suplai mencapai rekornya pada April.

“Kuartal ini, aktivitas perdagangan menunjukkan kemampuan uniknya,” ujar CEO Shell Ben van Beurden, seperti dilansir Bloomberg, Kamis (30/7/2020).

“Mengambil keuntungan dari semua jenis arbitrase yang terbuka di bagian dunia yang tidak biasa, serta bekerja dengan informasi pasar langsung yang luar biasa ini memberi Shell keuntungan,” tambahnya.

Meski lebih dikenal dengan ladang minyak, kilang, dan stasiun pengisian bahan bakar, Shell, Total dan BP Plc menjalankan bisnis perdagangan minyak in-house besar yang dapat menangani lebih dari 25 juta barel minyak mentah dan produk sehari-hari.

Operasi-operasi itu dikerahkan dengan kekuatan penuh selama kuartal kedua ketika kombinasi merosotnya permintaan akibat lockdown untuk menahan angka penyebaran virus Corona dan perang harga Arab Saudi-Rusia menyebabkan pasar minyak berada jauh di dalam struktur harga yang disebut contango.

Contango adalah kondisi ketika harga kontrak berjangka suatu komoditas lebih tinggi dari harga spot yang diharapkan dari kontrak tersebut pada saat jatuh tempo.

Perdagangan contango terdiri dari mengisi penyimpanan di darat atau tanker minyak dengan minyak mentah murah dan secara bersamaan menjualnya di pasar berjangka dengan harga lebih tinggi.

Langkah tersebut mengalirkan uang bagi setiap pedagang dengan akses ke logistik dan infrastruktur perusahaan minyak besar.

“Total mengalami kondisi serupa dengan harga gas turun ke level terendah yang historikal dan margin pengilangan runtuh karena permintaan yang lemah,” ungkap CEO Patrick Pouyanne.

Namun, perusahaan masih mendapat untung berkat kinerja perdagangan yang unggul. Contango juga membantu divisi perdagangan Equinor ASA asal Norwegia untuk membukukan rekor keuntungan sebesar US$1 miliar pada kuartal kedua.

Sayangnya, tidak semua perusahaan minyak besar dapat menghindari estimasi kerugian. Raksasa minyak Italia Eni SpA, yang juga merilis laporan laba pada Kamis, rugi 714 juta euro (US$839 juta) dan mengumumkan pemangkasan dividen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak total shell
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top