Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sekolah di Luar Zona Hijau Berpeluang Terapkan Belajar secara Tatap Muka

Saat ini siswa yang boleh mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah mereka yang sekolahnya berada di zona hijau wilayah corona dan merupakan siswa sekolah menengah.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  15:12 WIB
Guru memberikan materi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan MPLS dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
Guru memberikan materi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada siswa baru secara daring di SMA Negeri 8 Jakarta, Senin (13/7/2020). Kegiatan MPLS dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sekolah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa pemerintah akan memberi kesempatan kepada sekolah yang berada di luar zona hijau untuk melakukan kegiatan belajar secara tatap muka.

Saat ini siswa yang boleh mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah adalah mereka yang sekolahnya berada di zona hijau wilayah corona dan merupakan siswa sekolah menengah.

“Kemendikbud telah melakukan langkah-langkah, tidak lama diumumkan selain zona hijau akan diberi kesempatan memberikan tatap muka terbatas,” kata Doni seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (27/7/2020).

Sebelumnya, pemerintah tengah mempertimbangkan pembukaan kembali sekolah di wilayah yang merupakan zona kuning Covid-19. Pemerintah mengatakan bahwa hal tersebut merupakan permintaan masyarakat.

Sementara itu, Kemendikbud telah mengeluarkan buku saku pedoman pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka secara langsung di tengah pandemi Covid-19.

Dalam aturan tersebut sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah atau asrama terlebih dahulu.

Kemudian, 2 bulan setelahnya sekolah dasar (SD) dan sederajat baru boleh menyusul. Terakhir, atau 4 bulan setelahnya, pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sederajat boleh melaksanakan kegiatan belajar di sekolah.

Bagi siswa SMA dan sederajat serta SMP dan sederajat, setiap ruang kelas dibatasi hanya boleh diisi maksimal oleh 18 siswa. Setiap siswa juga harus menjaga jarak minimal 1,5 meter.

Pada jenjang pendidikan di bawahnya atau SD dan sederajat, jumlah siswa per kelas maksimal hanya 5 orang dengan jarak antarsiswa minimal 1,5 meter. Hal serupa juga berlaku untuk PAUD.

Setiap instansi pendidikan juga harus mengatur jam belajar tatap muka secara bergilir sehingga penumpukan siswa tidak terjadi pada jam-jam tertentu, seperti masuk dan pulang sekolah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah covid-19
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top