Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kabar Gembira, Sepekan Terakhir 188 Kabupaten dan Kota Nihil Kasus Baru Covid-19

Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyebut bahwa saat ini ada 118 kabupaten/kota yang tidak mencatatkan kasus baru selama sepekan. Namun, beberapa provinsi masih memiliki tingkat penularan tinggi
nDokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO/Umarul Faruqn
nDokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2020). Pengoperasian alat PCR yang dapat memeriksa 1.000 sampel tersebut, diharapkan bisa mempercepat waktu untuk mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Sidoarjo. ANTARA FOTO/Umarul Faruqn

Bisnis.com, JAKARTA – Satgas Covid-19 mencatat hingga 19 Juli 2020 tercatat ada 188 kabupaten kota yang tidak mencatatkan kasus baru.

Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyebut bahwa saat ini ada 118 kabupaten/kota yang tidak mencatatkan kasus baru selama sepekan. Namun, beberapa provinsi masih memiliki tingkat penularan tinggi

Jayapura paling tinggi dengan 59,7 kasus per 100.000 penduduk. Kemudian, Semarang juga penambahan kasusnya 50,4 kasus per 100.000 penduduk, disusul Jakarta Pusat 50,1 kasus per 100.000 penduduk, Bangli 43,3 kasus per 100.000 penduduk, dan Banjarbaru 41,6 kasus per 100.000 penduduk.

“Di Jayapura ini bisa jadi karena penduduknya sedikit di sana penambahan kasusnya cukup banyak. Padahal,  dilihat secara provinsi cuma 19 kasus per 100.000 penduduk. Sementara itu, di tempat padat penduduk seperti Jakarta kalau ada tambahan 1 kasus tidak akan berpengaruh banyak pada tingkat penularannya,” kata Dewi, Rabu (22/7/2020).

Dikatakan, dengan melihat data laju kecepatan insidensi menjadi lebih adil dan mudah untuk melakukan evaluasi. Dengan demikian, saat ini beberapa kota yang tadinya tidak terdeteksi, jadi mulai muncul.

Dewi menambahkan, meskipun angka insidensi menurun, diharapkan masyarakat tidak cuek dan tetap patuh terhadap protokol kesehatan agar tak menambah kasus, terutama di wilayah yang sudah tidak mencatatkan kasus baru infeksi Virus Corona.

“Karena kalau semuanya cuek lagi, tidak ikut protokol kesehatan bisa lagi punya kasus. Kita nggak bisa sudah merasa aman begitu saja. Jangan cepat merasa puas karena Coronanya masih ada,” imbuh Dewi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper