Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris Tangguhkan Perjanjian dengan Hong Kong, China Siap Balas

Inggris telah mengumumkan penangguhan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong setelah undang-undang keamanan nasional diberlakukan. China bereaksi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  20:14 WIB
Demonstran berkumpul di Statue Square, di luar gedung kantor pusat HSBC. Sejumlah bank mulai menarik kebijakan work from office seiring dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang meningkat di Hong Kongn/Fotografer: Kyle Lam - Bloomberg
Demonstran berkumpul di Statue Square, di luar gedung kantor pusat HSBC. Sejumlah bank mulai menarik kebijakan work from office seiring dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang meningkat di Hong Kongn/Fotografer: Kyle Lam - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - China mengancam akan melakukan 'serangan balik yang dahsyat' sebagai tanggapan terhadap pengumuman Inggris yang akan menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong setelah undang-undang keamanan nasional diberlakukan di wilayah itu.

Menlu Inggris, Dominic Raab mengatakan kepada parlemen bahwa perjanjian ekstradisi akan segera ditangguhkan dan embargo senjata ke Hong Kong akan diperpanjang.

"Kami tidak akan mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali perjanjian itu kecuali sampai ada perlindungan yang jelas dan kuat bagi warganya,” kata Raab.

Menurutnya ekstradisi dari Inggris tidak boleh disalahgunakan di bawah undang-undang keamanan nasional yang baru.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin mengatakan China akan melakukan serangan balik yang dahsyat terhadap tindakan Inggris yang keliru pada konferensi pers hari ini seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (21/7/2020).

Dia mengatakan bahwa China mendesak Inggris untuk melepaskan fantasinya tentang melanjutkan pengaruh kolonial di Hong Kong dan segera memperbaiki kesalahannya. China juga menyatakan Inggris akan 'menanggung akibatnya' setelah perjanjian ekstradisi Hong Kong ditangguhkan.

London menyatakan kecewa dengan tindakan keras di Hong Kong setelah kembali ke pemerintahan China pada tahun 1997. Inggris juga menilai China tidak mengatakan seluruh kebenaran tentang wabah virus Corona (Covid-19).

Sementara itu, Australia dan Kanada menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong awal bulan ini. Presiden AS, Donald Trump pun telah mengakhiri perlakuan ekonomi istimewa untuk Hong Kong.

Pekan lalu, Perdana Menteri Boris Johnson memerintahkan agar semua peralatan dari Huawei Technologies China dihapus dari jaringan 5G Inggris pada akhir tahun 2027.

China, yang pernah dijadikan sumber utama investasi dalam proyek infrastruktur Inggris mulai dari nuklir hingga kereta api, menuduh Inggris telah berubah menjadi kaki tangan Amerika Serikat.

Para pejabat di Hong Kong dan Beijing mengatakan undang-undang itu penting untuk menutup kelemahan keamanan nasional yang terekspos oleh para pemrotes anti-China baru-baru ini.

China telah berulang kali mengatakan kepada kekuatan Barat untuk berhenti mencampuri urusan dalam negerinya di Hong Kong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china inggris hong kong
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top