Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kabur dari Hong Kong, Perbankan Global Pilih Taiwan

Beberapa perusahaan sekuritas AS sedang mempertimbangkan ekspansi ke Taiwan, sementara bank internasional lainnya berencana untuk memulai operasi baru.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  10:11 WIB
Demonstran berkumpul di Statue Square, di luar gedung kantor pusat HSBC. Sejumlah bank mulai menarik kebijakan work from office seiring dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang meningkat di Hong Kongn/Fotografer: Kyle Lam  -  Bloomberg
Demonstran berkumpul di Statue Square, di luar gedung kantor pusat HSBC. Sejumlah bank mulai menarik kebijakan work from office seiring dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang meningkat di Hong Kongn/Fotografer: Kyle Lam - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Perbankan global berencana berekspansi ke Taiwan menyusul pemberlakuan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong yang mendorong perusahaan-perusahaan menimbang ulang strategi bisnis di Asia.

Ketua Komisi Pengawas Keuangan Taiwan Huang Tien-mu mengatakan beberapa perusahaan sekuritas AS sedang mempertimbangkan ekspansi ke pulau itu, sementara bank internasional lainnya berencana untuk memulai operasi baru. Namun dia tidak menyebutkan nama perusahaan mana pun yang telah menyatakan minatnya di Taiwan.

"Kami tidak mencoba untuk menggantikan siapa pun, tetapi itu tidak berarti kami tidak memiliki ambisi. Kami membuka diri untuk masuknya modal dan SDM dari seluruh Asia, bukan hanya Hong Kong," kata Huang dalam sebuah wawancara dilansir Bloomberg, Selasa (21/7/2020).

Hong Kong sebelumnya mengalami turbulensi politik yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah lebih dari satu tahun protes antipemerintah. Kini negara semiotonom itu berada diantara ketegangan yang menguat antara AS dan China.

Sebagai imbas gonjang-ganjing politik itu, bekas koloni Inggris ini menghadapi persaingan ketat dari kota-kota termasuk Singapura, Shanghai dan Tokyo untuk mempertahankan statusnya sebagai pusat keuangan utama Asia.

Pemerintah Taiwan melihat potensi eksodus profesional keuangan dari Hong Kong sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali ekonomi yang bergulat dengan populasi yang memuncak, kekurangan pekerja terampil dan menyusutnya ekspor. Menteri untuk Dewan Urusan Daratan pada Juli menyambut Hong Kong dan perusahaan multinasional untuk mendirikan kantor yang didedikasikan untuk memudahkan imigrasi.

Presiden Tsai Ing-wen juga menempuh langkah-langkah konkret untuk membantu warga Hong Kong setelah dukungannya untuk protes prodemokrasi tahun lalu berkontribusi pada kemenangan pemilihannya yang luar biasa pada Januari lalu.

Taiwan mencatat rekor imigrasi dan investasi dari Hong Kong pada 2019, tren yang berlanjut pada tahun ini. Jumlah warga Hong Kong yang menetap di Taiwan dalam lima bulan pertama tahun ini hampir dua kali lipat dari periode yang sama 2019.

Pejabat tinggi keuangan Hong Kong Paul Chan berusaha untuk meyakinkan kembali lembaga keuangan bahwa Undang-Undang Keamanan Nasional yang baru tidak mempengaruhi kemudahan melakukan bisnis, mengalokasikan modal dan sekuritas perdagangan. Dia juga meminta regulator untuk menyampaikan pesan kepada broker, bank, dan perusahaan asuransi untuk meredakan kekhawatiran.

"Selama industri keuangan terus beroperasi secara normal di bawah kerangka hukum Hong Kong yang ada, operasi bisnis mereka akan berlanjut seperti biasa," kata Chan.

Sementara itu, Taiwan berencana untuk melonggarkan beberapa aturan untuk meningkatkan daya saingnya. Huang mengatakan salah satunya yakni mempercepat kebijakan yang memungkinkan perusahaan domestik membuka rekening perbankan luar negeri untuk mengembalikan dana Taiwan dari tempat bebas pajak. Dia juga akan menyelaraskan peraturan keuangan pulau itu dengan standar internasional untuk memikat investasi asing.

Komisi tersebut saat ini sedang dalam pembicaraan dengan Nasdaq Inc. tentang opsi-opsi tempat perdagangan baru untuk startup teknologi dan saham kecil. Regulator juga akan memungkinkan lebih banyak produk lembaga keuangan memiliki tingkat bunga rendah, termasuk jaminan pensiun dan KPR.

Adapun, agensi berencana mengubah undang-undang asuransi lokal untuk mendorong lebih banyak investasi hijau. Huang mengatakan dia juga akan berbicara dengan bank sentral tentang kebutuhan perusahaan asuransi dan pengelola dana untuk alat lindung nilai. Sekitar dua pertiga dari investasi perusahaan asuransi jiwa dilakukan di luar negeri pada Mei, menurut Taiwan Insurance Institute.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong taiwan

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top