Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tenaga Ahli KPU Positif Covid-19, Komisioner Jalani Rapid Test

Seorang tenaga ahli di KPU RI dinyatakan positif Covid-19 pada 20 Juli 2020. Setelah itu, seluruh protokol kesehatan diterapkan guna mencegah penularan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  17:30 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyampaikan sambutan saat Penyerahan Data Pemilih Pemula Tambahan dan Peluncuran Pemilihan Serentak Tahun 2020 di gedung KPU, Jakarta, Kamis (18/6/2020). KPU menerima Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (D4) tambahan sebanyak 456.256 orang dan meluncurkan alat perlengkapan pencegahan Covid-19 untuk digunakan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyampaikan sambutan saat Penyerahan Data Pemilih Pemula Tambahan dan Peluncuran Pemilihan Serentak Tahun 2020 di gedung KPU, Jakarta, Kamis (18/6/2020). KPU menerima Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (D4) tambahan sebanyak 456.256 orang dan meluncurkan alat perlengkapan pencegahan Covid-19 untuk digunakan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang tenaga ahli di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinyatakan positif Covid-19. Akibatnya seluruh komisioner dan pegawai menjalani rapid test.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan bahwa seorang tenaga ahli di KPU RI dinyatakan positif Covid-19 pada 20 Juli 2020. Setelah mengetahui kabar tersebut, seluruh protokol kesehatan diterapkan guna mencegah penularan.

Dia menjelaskan seluruh ruangan dan seisi gedung dilakukan penyemprotan desinfektan. Mereka juga mengikuti tapid test meski hasil dari keseluruhannya negatif atau non reaktif.

“Kami [komisioner] sudah periksa dua kali. Komisioner negatif semua,” katanya melalui konferensi pers virtual, Selasa (21/7/2020).

Dia menjelaskan pegawai tersebut telah menjalani swab tes pada 17 Juli 2020 setelah istrinya dinyatakan positif Covid-19 pada 16 Juli. Pegawai itu juga tidak lagi masuk ke kantor sejak 17 Juli hingga keluar hasil positif Corona tiga hari berselang.

KPU kemudian bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk melakukan tracing contact di lingkungan kantor komisi pemilihan itu.

Arief menuturkan, seluruh pegawai juga telah ditugaskan bekerja dari rumah hingga 24 Juli mendatang. Kebijakan ini untuk menghindari adanya potensi penularan baru di lingkungan kantor.

Dia mengakui peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi KPU baik di pusat maupun di berbagai daerah. Apalagi, pihaknya menyelenggarakan Pilkada 2020 dan berbagai tahapannya di masa pandemi virus Corona.

“Bukan hanya komisioner tapi juga nanti pada hari pemungutan suara. Jadi kalau menghadapi situasi ini langkah apa yang harus dilakukan bisa kita rumuskan dengan cepat,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpu Virus Corona Pilkada 2020 covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top