Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kematian Covid-19 di Dunia 603.000 Orang, China Nyatakan Perang Corona

Angka kematian global akibat pandemi Covid-19 menembus 603.000 orang dengan Amerika Serikat menempati urutan teratas setelah mencatat lebih dari 140.000 meninggal dunia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  06:38 WIB
Kerabat menyaksikan para penggali berpakaian pelindung mengubur peti jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar di Brasil, di Sao Paulo, Brasil, Rabu (13/5/2020). - Antara
Kerabat menyaksikan para penggali berpakaian pelindung mengubur peti jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar di Brasil, di Sao Paulo, Brasil, Rabu (13/5/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Angka kematian global akibat pandemi Covid-19 menembus 603.000 orang dengan Amerika Serikat menempati urutan teratas setelah mencatat lebih dari 140.000 meninggal dunia.

Negara bagian Florida Amerika Serikat melaporkan lebih dari 10.000 kasus Covid-19 baru untuk hari kelima berturut-turut dan 89 kematian baru kemarin. Kematian di negara bagian itu meningkat lebih dari 500 orang atau 78 persen, selama dua minggu terakhir dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya.

Lonjakan kematian tidak saja terjadi di Amerika dan Brasil, tapi juga menjalar ke negara-negara Afrika Selatan hingga India akibat ketidakmampuan menahan lonjakan infeksi baru.

Kematian Covid-19 terparah kedua masih dialami Brasil dengan kematian sebanyak 78.000 dari angka global 603.000 orang, menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (20/7/2020).

Sementara itu diseluruh benua angka kematian sekitar 200.000 orang. Para ahli percaya jumlah korban pandemi di seluruh dunia jauh lebih tinggi karena adanya masalah keterbatasan pemeriksaan dan pengumpulan data.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) menyatakan 259.848 infeksi baru dilaporkan pada Sabtu sekaligus sebagai lonjakan tertinggi satu hari.

Sementara itu, pihak berwenang di provinsi Xinjiang, China barat menyatakan "situasi masa perang" untuk menekan lonjakan tiba-tiba dalam kasus virus corona.

Para pejabat melaporkan 17 kasus yang dikonfirmasi dan 23 infeksi tanpa gejala dini kemarin pagi dengan 269 orang di bawah pengamatan.

Pemerintah telah menempatkan Urumqi, ibukota wilayah itu, di bawah penguncian. Penerbangan, kereta bawah tanah dan layanan kereta lainnya ditangguhkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil china amerika serikat Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top