Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemblokiran Huawei di Inggris Dimulai Akhir Tahun Ini

Dilansir Bloomberg, Selasa (14/7/2020), menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, semua perangkat buatan perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu kemudian akan dicabut dari infrastruktur 5G pada 2027.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  11:51 WIB
Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020).Bloomberg - Qilai Shen
Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020).Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Inggris bersiap melarang Huawei Technologies Co. berpartisipasi dalam proyek jaringan 5G di negara itu. Perusahaan telekomunikasi Inggris tidak akan dapat menambahkan komponen Huawei baru ke jaringan 5G pada akhir tahun ini.

Dilansir Bloomberg, Selasa (14/7/2020), menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, semua perangkat buatan perusahaan yang berbasis di Shenzhen itu kemudian akan dicabut dari infrastruktur 5G pada 2027.

Perdana Menteri Boris Johnson, para menteri senior dan kepala keamanan dijadwalkan akan mengajukan proposal tersebut pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional pada hari ini. Keputusannya diharapkan akan diumumkan kemudian di House of Commons.

Jika rencana itu disetujui, itu akan menandai batalnya keputusan Johnson pada Januari lalu untuk menghentikan larangan pada Huawei. Akibat keputusan itu, Johnson mendapat tekanan dari Donald Trump.

Berbaliknya siakp Johnson ini akan meningkatkan risiko ketegangan antara Inggris dan China pada waktu yang sangat sensitif. China sebelumnya telah memperingatkan Johnson akan menghadapi konsekuensi jika Inggris menempatkannya sebagai musuh.

Pada saat yang sama, Johnson telah menghadapi tuntutan dari dalam Partai Konservatifnya sendiri untuk bersikap lebih keas terhadap Beijing. Johnson kini dihadapkan pada sejumlah kesulitan.

Pada jaringan telekomunikasi Inggris, perangkat Huawei telah digunakan secara luas. Mencabut dan menggantinya dengan perangkat baru akan memakan waktu dan ongkos yang mahal. Selain itu juga berisiko merusak janji kampanye untuk meningkatkan layanan komunikasi di seluruh UK.

Dalam jangka pendek, larangan terhadap perusahaan itu akan meningkatkan eskalasi ketegangan yang sudah memanas antara London dan Beijing. Ketegangan meningkat baru-baru ini terkait undang-undang keamanan baru China di Hong Kong, bekas koloni Inggris, dan penanganan pandemi virus corona. Pekan lalu Liu Xiaoming, duta besar China untuk AS, menuduh pemerintah Johnson campur tangan dalam kebijakan domestik dan menuduh Inggris mengekor AS mengenai keputusan atas Huawei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris huawei
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top