Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Achmad Yurianto Mengaku Diksi New Normal Salah, Diganti AKB

Diksi new normal yang selama ini digunakan sepanjang masa pandemi salah dan segera diganti dengan istilah adaptasi kebiasaan baru.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 12 Juli 2020  |  11:59 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto - Dok./Gugus Tugas Covid/19
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto - Dok./Gugus Tugas Covid/19

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengaku bahwa diksi new normal yang selama ini digunakan sepanjang masa pandemi salah.

"Diksi new normal dari awal diksi itu segera diubah. New normal itu diksi yang salah dan kita ganti dengan adaptasi kebiasaan baru," kata Yuri dalam rekaman sebuah diskusi di kanal Youtube, Sabtu (10/7/2020).

Yuri menjelaskan, diksi new normal yang kerap kali digaungkan pemerintah belum sepenuhnya dipahami masyarakat.

Menurut Yuri masyarakat hanya fokus pada kata hanya berfokus pada kata normal.

"Kemudian yang dikedepankan bukan new-nya, tapi normal-nya. Padahal ini sudah kita perbaiki dengan adaptasi kebiasaan baru," katanya.

Selain itu, Yuri mengatakan, pemerintah tidak akan menyampaikan aturan pencegahan Covid-19 karena dikhawatirkan membuat masyarakat semakin bingung.

Yuri mengatakan, masyarakat tinggal melaksanakan aturan yang berlaku selama pandemi.

"Mungkin kami akan bicara ke depan tidak lagi dalam berbicara aturan yang dibuat lagi. Jalankan saja, kalau banyak aturan yang dibuat makin pusing kita, makin pusing, jalankan saja," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 New Normal
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top