Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harapan dari Pengobatan Virus Corona Perpanjang Reli Mingguan S&P 500

Indeks yang lebih luas mengungguli Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi pada Jumat (11/7/2020), untuk pertama kalinya dalam hampir dua pekan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 11 Juli 2020  |  08:59 WIB
Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Selasa (13/8/2019). Bloomberg - Andrew Harrer
Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Selasa (13/8/2019). Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Saham Amerika Serikat menguat bersamaan dengan kabar baik dari pencarian pengobatan efektif untuk Virus Corona penyebab Covid-19 yang meredakan kekhawatiran bahwa peningkatan jumlah kasus akan menghambat pemulihan ekonomi global.

Dilansir melalui Bloomberg, perbankan memimpin Indeks S&P 500 lebih tinggi, karena indeks memperpanjang kenaikan mingguan menjadi 1,8 persen.

Indeks yang lebih luas mengungguli Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi pada Jumat (11/7/2020), untuk pertama kalinya dalam hampir dua pekan.

Kabar dari Gilead Sciences Inc., yang melaporkan pengobatan Remdesivir mengurangi risiko kematian Covid-19 sebesar 62 persen, membantu meredakan kekhawatiran tentang penyebaran infeksi.

"Reli ekuitas dapat berlanjut. Kita memiliki terlalu banyak likuiditas dalam sistem, dan lebih banyak dalam pipelin," ujar Ben Kirby, kepala investasi dan manajer portofolio di Thornburg Investment Management, dengan sekitar US$40 miliar dalam aset yang dikelola, seperti dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (11/7/2020).

Adapun, minyak menguat melewati US$40 per barel. Saham Eropa menguat. Treasuries membalikkan kenaikan yang telah mendorong yield lima tahun ke rekor terendah.

Dengan rekor angka kematian di seluruh Amerika, serta kekhawatiran gelombang kedua di Asia, sorotan untuk prospek kembali mengacu pada dampak dari Virus Corona di akhir pekan.

Stimulus fiskal dan moneter telah mendukung pasar sejauh ini, tetapi investor mencari sinyal tentang dukungan tambahan yang mungkin sedang dipersiapkan.

Ketua Federal Reserve Bank of Dallas Robert Kaplan, berbicara di Fox Business, mengatakan dia melihat perlunya pengeluaran fiskal lebih banyak.

Sementara itu, saham di China turun karena penjualan oleh dana yang didukung negara mengisyaratkan pihak berwenang ingin memperlambat laju kenaikan setelah delapan hari kenaikan Shanghai Composite.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat nasdaq Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top