Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minyak Mentah Menguat Berkat Optimisme Penanganan Virus Corona

Dilansir melalui Bloomberg, harga minyak mencatatkan kenaikan sebesar 2,4% di New York pada Jumat (11/7), tetapi masih tetap berada pada jalur penurunan untuk pekan ini
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 11 Juli 2020  |  08:00 WIB
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Minyak mentah mengalami rebound berkat sejumlah pengembangan untuk pengobatan virus corona terbaru menunjukkan hasil yang menjanjikan, namun kasus Covid-19 yang terus bertambah tetap memberi tekanan terhadap pasar.

Dilansir melalui Bloomberg, harga minyak mencatatkan kenaikan sebesar 2,4% di New York pada Jumat (11/7), tetapi masih tetap berada pada jalur penurunan untuk pekan ini.

Pasar, di sisi lain, mengikuti pergerakan saham yang lebih tinggi setelah Gilead Sciences Inc. mengatakan pengobatan remdesivir mengurangi risiko kematian Covid-19 sebesar 62%.

Namun, pandemi virus corona masih tetap meresahkan di seluruh dunia dan Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan lompatan dalam jumlah penambahan kasus dapat menggagalkan pemulihan pasar.

“Jika ada satu hal positif hari ini mengenai minyak dan virus, itu adalah berita tentang remdesivir,” kata Michael Hiley, kepala perdagangan energi bebas di LPS Futures yang berbasis di New York, seperti dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (11/7).

"Tetap saja, kita mau tidak mau akan terus mengacu pada angka penambahan infeksi virus baru yang keluar setiap hari," tambahnya.

Minyak mentah berjuang untuk memperpanjang reli baru-baru ini ketika para pedagang menimbang risiko dari wabah virus baru.

California, Texas dan Florida dilaporkan mencatat beberapa kenaikan harian terbesar dalam kasus dan kematian akibat Covid-19 pekan ini.

Ada risiko yang semakin besar dari pengingkatan angka infeksi yang dapat menghambat upaya untuk membuka kembali perekonomian.

"Sampai ekonomi terbuka lagi, sulit untuk membayangkan minyak secara konsisten kembali ke keadaan sebelum pandemi," kata Hiley.

Sementara IEA mengatakan permintaan dapat meningkat tajam selama tiga bulan ke depan karena di beberapa kawasan aktivitas ekonomi telah berlanjut, agensi itu juga memperingatkan tingginya infeksi akibat virus corona, di beberapa negara bagian AS dan muncul kembali di Asia, akan membayangi prospek.

Pasokan juga bisa menjadi lebih berlimpah karena National Oil Corp Libya mengumumkan akan mengangkat force majeure pada semua ekspor setelah berbulan-bulan pengiriman hampir nol. T

Tanker Kriti Bastion mulai memuat 730.000 barel minyak mentah di Pelabuhan minyak Es Sider, dengan kargo menuju Italia, menurut operator pelabuhan Waha Oil Co.

Pergerakan Harga

- Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik 93 sen menjadi US$40,55 per barel di New York.

- Brent untuk kontrak September naik 89 sen menjadi US$43,24 per barel.

- Minyak mentah Heavy Louisiana Sweet naik 30 sen menjadi US$2 per barel di atas Nymex. Ini premi tertinggi sejak Mei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak harga minyak brent harga minyak mentah wti
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top