Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Secapa AD Bandung & Pabrik Unilever Klaster Baru Covid-19 di Jabar. Ratusan Orang Positif!

Klaster-klaster baru di Jawa Barat ini hadir setelah sebulan terakhir tren persebaran Covid-19 di Jabar cukup terkendali.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  20:06 WIB
Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kiri) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) memantau pelaksanaan rapid test di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Al-Falakiyah, Pagentongan, Kelurahan Loji, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/6/2020). Ridwan Kamil juga memantau pelaksanaan rapid test massal untuk penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor sebagai langkah antisipasi mencegah penyebaran pandemi COVID-19. - ANTARA FOTO/Arif Firmans
Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kiri) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kiri) memantau pelaksanaan rapid test di Pondok Pesantren Hamalatul Quran Al-Falakiyah, Pagentongan, Kelurahan Loji, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/6/2020). Ridwan Kamil juga memantau pelaksanaan rapid test massal untuk penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor sebagai langkah antisipasi mencegah penyebaran pandemi COVID-19. - ANTARA FOTO/Arif Firmans

Bisnis.com, JAKARTA - Jawa Barat menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir akibat penyebaran virus corona atau Covid-19 di klaster-klaster baru. Hal itu terjadi setelah sebulan terakhir tren persebaran Covid-19 di Jabar cukup terkendali.

Pada hari ini, Rabu (8/7/2020), kasus positif Covid-19 ditemukan dari 200 siswa di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Hergamanah, Kota Bandung. 

Tim Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat memastikan bahwa Secapa AD menjadi klaster baru di Bumi Periangan. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan hal itu terkonfirmasi setelah hasil tes swab terhadap ratusan orang terkonfirmasi Covid-19. 

Bahkan, sambungnya, jumlah tersebut bisa terus bertambah. "Untuk jumlah yang terkena belum fix, perkiraan di atas 200 yang terpapar," katanya di Gudang Bulog Jabar, Bandung, Rabu (8/7/2020).

Saat ini, area Secapa AD telah diisolasi untuk mencegah penyebaran virus. Mereka yang terpapar wabah corona sebagian sudah dirawat di RS Dustira Kota Cimahi dan RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Berli mengatakan penanganan di RS itu sesuai dengan kondisi medis masing-masing pasien. Guna mengantisipasi penyebaran virus, Tim Gugus Tugas melanjutkan pengetesan swab secara masif untuk memotong mata rantai penyebaran virus.

"Tindakan itu akan diiringi dengan disinfeksi area dan penelurusan epidemologis dari Dinkes Kota Bandung, Puskesmas dan tim GTPP Jabar," kata Berli.

Beberapa hari sebelumnya, pemerintah Kabupaten Bekasi menyatakan 21 buruh di pabrik Unilever di kawasan industri Jababeka, Cikarang yang terinfeksi Covid-19 menularkan virus corona kepada 15 anggota keluarganya di rumah.

Para buruh Unilever yang terpapar virus corona itu bertugas di bagian engineering produksi teh. Dengan menularkan virus itu kepada 15 anggota keluarganya di rumah, total kasus dari klaster Unilever sekarang sebanyak 36 orang.

Kendati demikian, Pemkab Bekasi mengklaim tidak ada penambahan kasus baru dari klaster Covid-19 di pabrik Unilever Cikarang. 

"Selama dua hari ini tidak ada penambahan kasus baru," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah ketika dihubungi pada Minggu malam (5/7/2020).

Sebelumnya, pabrik milik emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) itu telah ditutup. Direktur Corporate Affairs Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso menyatakan kegiatan operasional segera ditangguhkan begitu mendapat kabar tersebut untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan.

“Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi. Sejak awal kami selalu berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan pemerintah dan otoritas terkait,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Kamis (2/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa barat Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top