Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fujitsu Tawarkan 'Work-from-Home' Permanen ke Karyawan

Fujitsu menyebut pergeseran ke WFH sebagai "perubahan aktivitas kerja untuk kenormalan baru."
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  09:54 WIB
Fujitsu - Reuters/Yuriko Nakao
Fujitsu - Reuters/Yuriko Nakao

Bisnis.com, JAKARTA – Fujitsu Ltd mengatakan akan memangkas ruang kantornya di Jepang hingga 50 persen dalam tiga tahun ke depan.

Fujitsu juga mengatakan akan menawarkan 80.000 staffnya untuk bekerja dari rumah (work from home/WFH). Perusahaan menyebut pergeseran ini sebagai "perubahan aktivitas kerja untuk kenormalan baru."

"Kami akan mengubah konsep konvensional para pekerja yang pulang pergi ke kantor meneruskan value tersebut kepada klien melalui rasa saling percaya antar karyawan,” ungkap Fujitsu dalam sebuah pernyataan.

Dalam rencana tersebut, Fujitsu akan memberikan tunjangan senilai 5.000 yen (Rp671.000) per bulan bagi setiap karyawan yang melakukan WFH sebagai pengganti tunjangan transportasi. Perusahaan juga menerapkan sistem "hot-desk" untuk meminimalisir pekerja yang harus datang ke kantor masuk bersamaan.

Fujitsu adalah perusahaan ke-17 terbesar di Jepang yang diperdagangkan di bursa Jepang. Perusahaan memiliki sekitar 130.000 karyawan. Meskipun memberlakukan kebijakan WFH secara permanen, karyawan pabrik tetap akan bekerja di lokasi secara penuh.

Fujitsu juga baru-baru ini menjadi pusat perhatian setelah mengembangkan superkomputer tercepat di dunia bernama Fugaku. Superkomputer ini digunakan untuk melakukan seleksi terhadap kandidat obat untuk perawatan Covid-19.

Meskipun inisiatif Fujitsu ini sebagian besar didorong oleh kekhawatiran pemasaran, karena perusahaan menjual teknologi yang mendukung kerja jarak jauh, hal ini bukan menjadi hal yang baik bagi sektor perkantoran Jepang pascapandemi.

Banyak perusahaan di Jepang menyerukan karyawan untuk kembali bekerja ke kantor, meskipun menghadapi pertentangan dari staf. Sebuah survei yang dilakukan pada bulan Mei oleh Japan Productivity Center menemukan bahwa lebih dari 60 persen dari pekerja ingin terus bekerja dari jarak jauh bahkan setelah pandemi berakhir.

Fujitsu adalah perusahaan besar kedua dalam beberapa hari terakhir berencana menerapkan WFH secara berkelanjutan. Produsen makanan ringan Calbee Inc. sebelumnya memperkenalkan sistem WFH kepada 800 staff tanpa kewajiban untuk pergi ke kantor. Mereka mengharapkan sekitar 30% stafnya pergi ke kantor.

Banyaknya perusahaan yang menerapkan WFH membuat tingkat okupansi gedung kantor di Tokyo menurun dalam beberapa bulan terakhir. Menurut data Miki Shoji Co., tingkat ruang kantor yang kosong naik menjadi 1,64 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fujitsu
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top