Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jubir Covid-19: Okupansi di RS Hanya Mencapai 55 Persen

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ada 21 provinsi yang tingkat huniannya di bawah 55,59 persen.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  17:41 WIB
Ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool
Ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Gugus Tugas Covid-19 menyatakan hingga saat ini tingkat okupansi atau hunian di rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 hanya mencapai 55,59 persen dari total kapasitas.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ada 21 provinsi yang tingkat huniannya di bawah 55,59 persen.

Meskipun demikian, masih terdapat 13 provinsi dengan tingkat hunian (okupansi) rumah sakit di atas 55,59 persen dan ada lima provinsi yang tingkat huniannya di atas 75 persen.

"Lima provinsi yang tingkat huniannya di atas 75 persen yaitu Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Papua, dan NTB," kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Lebih lanjut, dia mengatakan rasio kasus meninggal akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 5,09 persen dari total kasus konfirmasi positif Covid-19. Menurutnya, angka tersebut berada di rata-rata rasio global yang sebesar 5,28 persen. Bahkan, ada 23 provinsi yang rasio kematiannya di bawah rata-rata global.

"Ini adalah gambaran bahwa Covid-19 bisa disembuhkan dan angka sembuh ini akan terus bertambah dengan seiring waktu karena memang beban layanan rumah sakit rata-rata masih di kisaran 55,59 persen," ujarnya.

Sementara itu, Gugus Tugas Covid-19 mencatat pada hari ini, Rabu (1/7/2020), kasus baru konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 1.385 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi 57.770 kasus. 

Untuk jumlah pasien yang sembuh bertambah 789 orang, sehingga totalnya menjadi 25.595 orang. Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 58 orang, menjadi 2.934 orang.

Adapun, provinsi yang mencatatkan kasus sembuh tertinggi pada hari ini adalah Jawa Timur yaitu 187 kasus sehingga totalnya menjadi 4.199 orang yang sembuh dari Covid-19 di provinsi tersebut.

Kemudian, DKI Jakarta 168 kasus sembuh; Jawa Tengah 100 kasus sembuh; Bali 62 kasus sembuh, dan Sulawesi Selatan 52 kasus sembuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah sakit Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top