Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konflik India-China: India Boikot TikTok, WeChat dan Aplikasi Lainnya

Perseteruan India dan China di perbatasan kedua negara beralih menjadi aksi boikot aplikasi. Tiktok menjadi salah satu korbannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  08:33 WIB
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). India memboikot Tiktok dan aplikasi China lainnya terkait konflik di perbatasan. - Bloomberg/Shiho Fukada
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). India memboikot Tiktok dan aplikasi China lainnya terkait konflik di perbatasan. - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA - India memperluas wilayah konfliknya dengan China melalui aksi boikot.

Sebanyak 59 aplikasi yang sebagian besar merupakan aplikasi seluler asal China, termasuk TikTok milik Bytedance dan WeChat milik Tencent, diboikot India.

Pemboikotan atas China di ruang online ini berlangsung sejak sengketa perbatasan meletus antara kedua negara bulan ini.

Kementerian teknologi India, Senin (29/6), mengeluarkan perintah yang menyatakan aplikasi itu "merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum."

Demikian dikutip Antara dari Reuters, Selasa (30/6/2020).

Mengikuti kebijakan itu, Google dan Apple harus menghapus aplikasi-aplikasi tersebut dari toko Android dan iOS.

Langkah tersebut dilakukan setelah bentrokan perbatasan antara India dan China di daerah Himalaya awal bulan ini. Sedikitnya 20 tentara India tewas dalam bentrokan maut di perbatasan kedua negara.

Larangan atas aplikasi itu diharapkan menjadi batu sandungan besar bagi perusahaan-perusahaan China, seperti Bytedance di India, yang merupakan salah satu pasar layanan web terbesar di dunia.

Bytedance yang berkantor pusat di Beijing berencana menginvestasikan 1 miliar dolar AS di India, membuka pusat data lokal, dan baru-baru ini meningkatkan jumlah perekrutan di negara tersebut.

India adalah pendorong terbesar instalasi aplikasi TikTok, terhitung 611 juta unduhan atau 30,3 persen dari total jumlah unduhan, kata perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower pada April.

Aplikasi lainnya yang juga telah diblokir adalah WeChat milik Tencent, yang telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Android, UC Browser milik Alibaba dan dua aplikasi Xiaomi.

Google mengatakan masih menunggu perintah pemerintah India, sementara Apple tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters, begitu pula dengan Bytedance.

"Ini adalah langkah tercepat dan paling kuat yang bisa diambil pemerintah untuk memberikan tekanan ekonomi pada perusahaan-perusahaan China," kata Santosh Pai, dari firma hukum India Link Legal, yang menjadi konsultan beberapa perusahaan China.

Sentimen anti-China telah lama membara di India karena tuduhan impor murah membanjiri negara itu. Bentrokan di perbatasan telah membawa ketegangan memuncak dengan seruan untuk memboikot produk-produk China.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bea cukai India di pelabuhan sejak pekan lalu menahan peti kemas yang datang dari China, termasuk produk Apple, Cisco dan Dell.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india boikot TikTok

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top