Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korupsi Jiwasraya, Kejagung Siap Bekukan Aset 13 MI Jika...

Kejaksaan Agung terus mencari barang bukti kasus Jiwasraya sambil menanti proses hukum kasus yang menjerat 13 pengelola investasi
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  22:30 WIB
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang juga Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokrosaputro menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang juga Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokrosaputro menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA— Kejaksaan Agung (Kejagung) siap membekukan aset 13 tersangka korporasi manajer investasi bila tidak membayar denda usai diputus Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Ali Mukartono mengatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan mengeksekusi seluruh aset milik tersangka korporasi tersebut, jika putusan Majelis Hakim Tipikor tak dipenuhi.

Adapun, atas tindakannya, para tersangka bisa dikenai kewajiban membayar uang pengganti dan denda. Namun, bila kewajiban tak kunjung dipenuhi, pihaknya telah menyiapkan ganjaran yang setimpal.

"Jadi kalau sudah divonis membayar uang denda dan uang pengganti, tetapi tidak dibayarkan oleh korporasi itu, maka akan kita bekukan asetnya," tuturnya, Selasa (30/6/2020).

Dia mengatakan bahwa tim penyidik masih terus mencari peluang tersangka lain. Artinya, masih ada kemungkinan bahwa tak hanya 13 manajer investasi yang terseret dalam kasus Jiwasraya. 

"Kami lihat alat buktinya nanti," katanya.

Seperti diketahui, Fakhri Hilmi ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara sebesar Rp16,81 triliun.

Fakhri Hilmi ditetapkan jadi tersangka bersamaan dengan penetapan tersangka 13 perusahaan Manager Investasi (MI) pada Kamis 25 Juni 2020. Tersangka tersebut berkembang setelah beberapa pihak yakni Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX) Benny Tjokrosaputro terlebih dulu diamankan kepolisian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi kejagung manajer investasi Jiwasraya
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top