Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Israel Gelar Rapat Persiapan Aneksasi Wilayah Palestina

Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan "menerapkan kedaulatan" hingga 30 persen dari Tepi Barat yang meliputi permukiman Israel dan tanah pertanian kaya Lembah Jordan mulai 1 Juli.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  07:11 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. - REUTERS/Ronen Zvulun
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. - REUTERS/Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Kabinet Israel melakukan  pertemuan untuk menyelesaikan rencana mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat di tengah meningkatnya penolakan masyarakat internasional dan menyerukan sanksi yang akan dikenakan jika rencana tersebut dilaksanakan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan "menerapkan kedaulatan" hingga 30 persen dari Tepi Barat yang meliputi permukiman Israel dan tanah pertanian kaya Lembah Jordan mulai 1 Juli.

Pada Jumat (26/6/2020), dua roket ditembakkan dari Gaza ke Israel sehari setelah kelompok Palestina Hamas memperingatkan bahwa aneksasi berarti "deklarasi perang".

Sebagai balasan, jet angkatan udara Israel menyerang dua fasilitas militer di Jalur Gaza selatan, menurut laporan pihak militer seperti dikutip TheGuardian.com, Senin  (29/6/2020).

Kepala Mossad, dinas rahasia Israel, mengunjungi Amman minggu lalu untuk membahas rencana aneksasi dengan Raja Abdullah dari Yordania,  namun  raja itu memperingatkan "konflik besar" dengan Israel jika langkah itu dilanjutkan.

Meskipun Netanyahu berjanji akan  memberikan perintah untuk mencaplok wialayah itu pada hari Rabu (25/6/2020), dia mungkin terpaksa menunda proposal itu setelah tiga hari musyawarah di Gedung Putih mulai pekan lalu berakhir tanpa dukungan.

Netanyahu mengandalkan dukungan pemerintahan Trump setelah meluncurkan "visinya perdamaian" enam bulan lalu yang mengatakan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang kini dianggap ilegal menurut hukum internasional, dan Lembah Yordan, akan dimasukkan ke Israel.

Kellyanne Conway, pembantu Presiden AS, mengatakan pada Kamis (26/6/2020) bahwa Donald Trump siap untuk membuat "pengumuman besar" tentang aneksasi yang direncanakan Israel, tetapi pejabat Gedung Putih kemudian mengatakan perundingan akan dilanjutkan.

Meskipun ada penolakan internasional yang substansial untuk aneksasi itu, dukungan Trump akan memperkuat basis dukungan penting di antara warga beragama Kristen evangelis di AS untuk pemenangan pemilihan presiden pada November mendatang.

Sementara itu, Presiden Otoritas Palestina (PA), Mahmoud Abbas, mengatakan pasukan keamanan PA akan menyerahkan semua senjatanya ke militer Israel (IDF), jika Israel bergerak maju dengan rencana aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordan.

Abbas mengatakan senjata akan dikirim pasukan keamanan PA ke Markas IDF di Yudea dan Samaria dekat Bet El, dan semua tanggung jawab untuk keamanan di wilayah tersebut akan diserahkan ke Israel.

Sebelumnya, Jewish Press melaporkan Mahmoud Abbas menolak panggilan telepon Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Pompeo kabarnya menelepon Abbas setelah perwakilan CIA gagal meyakinkan para pejabat Palestina di Ramallah untuk membuka dialog dengan Gedung Putih tentang rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat israel Donald Trump
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top