Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fahri Hamzah Sindir Video Jokowi Marah Telat Diunggah 10 Hari

Mantan pimpinan DPR itu mempertanyakan jarak 10 hari antara kemarahan Jokowi dengan waktu unggahan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  15:40 WIB
Fahri Hamzah tiba untuk menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus), Polda Metro Jaya (PMJ), Jakarta, Senin (19/3/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Fahri Hamzah tiba untuk menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus), Polda Metro Jaya (PMJ), Jakarta, Senin (19/3/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah menyindir komentar pedas Presiden Jokow Widodo atau Jokowi terkait kinerja Kabinet Indonesia Maju. Pasalnya, kemarahan Presiden terjadi pada 18 Juni dan baru diunggah pada 28 Juni 2020.

Melalui akun Twitternya mantan pimpinan DPR itu mempertanyakan jarak 10 hari antara kemarahan Jokowi dengan waktu unggahan.

“Presiden marah 18 Juni 2020. Terdengar marah 28 Juni 2020. Jarak marah - terdengar 10 hari. Apa yang terjadi?” katanya, Senin (29/6/2020).

Dia juga mempertanyakan kemarahan Jokowi pada 11 hari lalu di Istana Negara di depan para pejabat setingkat menteri. Pasalnya komentar tersebut dinilai tidak terlihat perubahan selama ini.

“Marah besar Presiden Jokowi 11 hari lalu di Istana Negara di depan para pejabat negara siapa yang harus menanggapi ya? kan marahnya serius masak nggak ada follow up?” ujarnya.

Presiden Jokowi mengkritik sejumlah kementerian yang tidak menanggapi kondisi krisis akibat pandemi Covid-19 secara tanggap. Mestinya suasana krisis harus ditanggapi dengan manajemen krisis pula oleh para menteri.

“Kalau perlu kebijakan perppu saya keluarkan. Kalau perlu perpres, Perpres saya keluarkan. Kalau saudara-saudara menteri punya peraturan menteri keluarkan untuk menangani negara,” tegas Jokowi.

Secara terang-terangan Jokowi mengkritik belanja anggaran sejumlah kementerian yang belum maksimal. Padahal, anggaran tersebut dapat dikeluarkan segera agar peredaran uang semakin banyak.

“Misalnya saya beri contoh bidang kesehatan dianggarkan Rp75 triliun, baru keluar 1,53 persen coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua. Segera keluarkan,” tegas Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi fahri hamzah
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top