Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dorong Serapan Anggaran Covid-19, Jokowi Pertaruhkan Reputasi Politik

Presiden Joko Widodo melihat laporan belanja di kementerian tidak menunjukkan progres penyerapan yang signifikan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  18:59 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres - Handout
Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres - Handout

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menilai kinerja penyerapan anggaran penananganan Covid-19 di kementerian-kementerian tidak memuaskan.

Hal itu diungkapkannya dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020). Video rapat internal berisi arahan Presiden Jokowi itu baru diunggah kanal resmi Sekretariat Presiden di Youtube, Minggu (28/6/2020).

"Saya harus ngomong apa adanya, ga ada progres yang signifikan. Kalau mau minta perppu lagi saya buatkan asal untuk negara asal untuk rakyat. Saya pertaruhkan reputasi politik saya," ujarnya.

Pasalnya, dia melihat laporan belanja di kementerian tidak menunjukkan progres penyerapan yang signifikan. Padahal, di masa pandemi Covid-19 ini, peran pemerintah sangat penting yakni dalam menjamin kelangsungan kehidupan rakyat.

Jokowi mengkritisi penyerapan dana pemulihan ekonomi nasional yakni di di bidang kesehatan sebesar Rp75 triliun baru terserap 1,53 persen.

"Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan penggunaan yang tepat sasaran sehingga men-triger ekonomi,"ujarnya

Kemudian, di bidang ekonomi, penyaluran bantuan sosial juga diminta untuk dituntaskan 100 persen, termasuk juga segala stimulus bagi UMKM, industri, perbankan, manufaktur, dan semua yang terkait dengan padat karya.

Presiden Jokowi pun siap mendukung penerbitan perppu, perpres dan yang lainnya jika dalam proses penyerapan anggaran atau penerbitan kebijakan pro rakyat di tengah pandemi yang terganjal aturan.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  hari ini, Minggu (28/6/2020), mencatat kasus baru positif Covid-19 yang disebabkan virus corona mencapai 1.198 orang.

Adapun pasien sembuh bertambah 1.027 orang, dan yang meninggal 34orang.

Demikian disampaikan Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Minggu sore.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top