Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PKS Mengecam Rencana Aneksasi Israel di Tepi Barat

Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini menyatakan rencana aneksasi Israel atas Palestina dapat mengancam stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  15:03 WIB
Bendera Palestina dipasang berderet di Lembah Yordania, Tepi Barat. - Bloomberg/Kobi Wolf
Bendera Palestina dipasang berderet di Lembah Yordania, Tepi Barat. - Bloomberg/Kobi Wolf

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini mengecam keras rencana Israel memulai aneksasi di wilayah Tepi Barat dan Lembah Yordan di Palestina mulai bulan depan, karena untuk kesekain kalinya negara itu melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.

Jazuli juga mengatakan langkah Israel yang akan dimulai pada 1 Juli itu itu juga mengancam stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.

"Upaya aneksasi di tengah pandemi Covid 19 dimana kondisi rakyat Palestina di pengungsiaan sangat memprihatikan, jelas-jelas tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Israel untuk kesekian kali menunjukkan kelakuan kejinya," kata Jazuli kepada wartawan, Jumat (26/6/2020).

Anggota Komisi I DPR yang menangani masalah hubungan internasional itu mendukung penuh sikap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang sudah secara tegas menolak dan melawan rencana tersebut pada Sidang Terbuka Dewan Keamanan PBB pada 24 Juni 2020.

Dia meminta Menlu untuk terus mengambil langkah diplomasi yang kuat dalam rangka membela hak-hak rakyat Palestina dan agar masyrakat internasional tidak diam saja melihat arogansi Israel.

"Bangsa dan negara Indonesia selalu berada di pihak Palestina sampai kapan pun. Selama Palestina masih mengalami ketidakadilan, pelanggaran HAM, dan situasi kemanusiaan yang buruk akibat tindakan biadab Israel selama berpuluh tahun," kata Jazuli.

Wakil Presiden Forum Parlemen Muslim Dunia (IIFP) tersebut juga mendesak negara-negara di dunia untuk tidak lagi menutup mata atas pelanggaran HAM dan hukum humaniter internasional yang dilakukan Israel. Lebih lanjut, politisi itu meminta langkah nyata dan konkret dunia internasional untuk menghentikan kebiadaban Israel.

"Tidak cukup mengecam, tidak cukup resolusi-resolusi, perlu langkah nyata negara-negara di dunia secara kolektif melawan arogansi Israel. Kredibilitas badan-badan dunia seperti PBB benar-benar dipertaruhkan dalam hal ini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks palestina israel
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top