Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menlu Retno Angkat Isu Jemaah Tabligh dalam Pertemuan APSC ke-35

Dalam Asean Political Security Community Council (APSC) ke-35 itu, jemaah tabligh merupakan satu dari 3 isu yang disuarakan Indonesia.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  17:37 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dalam pertemuan Asean Political Security Community Council (APSC) ke-35 yang dihelat secara virtual, Rabu (24/6/2020) - Dok./Kemenlu
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara dalam pertemuan Asean Political Security Community Council (APSC) ke-35 yang dihelat secara virtual, Rabu (24/6/2020) - Dok./Kemenlu

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengangkat isu perlindungan jemaah tabligh di dalam pertemuan Asean Political Security Community Council (APSC) ke-35.

Menlu Retno mengatakan pertemuan ini membahas APSC Blueprint 2025 yang berisi soal agenda kerja sama politik dan keamanan Asean. Sebanyak 96 persen dari lini aksi APSC Blueprint 2025 telah diimplementasikan dan hanya menyisakan 12 lini aksi untuk dilaksanakan.

Pembangunan komunitas Asean tidak hanya berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di wilayah yang paling terdampak, tetapi juga harus kepada seluruh kawasan.

Terdapat tiga hal yang diangkat oleh Indonesia dalam pertemuan kali ini. Salah satunya tentang jemaah tabligh. Selain WNI, terdapat juga warga negara dari negara Asean di luar Indonesia yang ikut dalam kegiatan jemaah tabligh.

Sebagian jemaah tabligh masih tertahan di beberapa negara terutama saat ini di India. Untuk itu diperlukan kerja sama Asean dengan pemerintah negara setempat agar repatriasi bisa segera terlaksana.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada negara Asean pada level duta besar, dan Menteri Luar Negeri India untuk minta perhatian agar warga negara Asean dapat segera kembali ke negara mereka masing-masing," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (24/6/2020).

Retno sendiri terus menjalin komunikasi dengan otoritas India untuk menjamin keamanan jemaah tabligh WNI yang masih berada di India.

Seperti diberitakan pada awal Juni 2020, terdapat sekitar 1.165 jemaah tabligh asal Indonesia yang tersebar di 13 negara, seperti India, Thailand, Filipina, Pakistan, dan lainnya. Lebih dari 300 orang telah direpatriasi.

Sementara itu, sejumlah orang tercatat terlibat pelanggaran hukum di India, sekitar 334 jemaah tabligh WNI mendapat first information report dari kepolisian India dan sebanyak 161 orang berstatus judicial custody.

Selain jemaah tabligh, Retno juga mengemukakan soal Palestina. Dia kembali menegaskan dukungan RI terkait penolakan aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Hal itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

Tindakan ini hanya akan memundurkan upaya diplomasi serta melemahkan solusi kedua negara. Saya mengajak Asean untuk bertindak kolektif mendukung hak Palestina dan menolak aneksasi.

Indonesia juga mengikuti pertemuan Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) dan menyampaikan komitmen untuk terus mengirimkan bantuan kepada Palestina.

"Saat ini semua negara menghadapi adanya situasi pandemi. Namun Indonesia masih memiliki hati dan komitmen untuk terus berbagi dan mendukung termasuk kontribusi finansial," paparnya.

Di samping itu, agenda perdamaian dan keamanan perempuan diharapkan masuk ke dalam APSC Blueprint 2025.

Pada hari ini, Retno melakukan tiga pertemuan sekaligus dalam rangka persiapan KTT Asean yang akan dilakukan pada Jumat mendatang.

Ketiga pertemuan tersebut di antaranya Asean Ministerial Meeting (AMM), Asean Political-Security Community (APSC), dan Asean Coordinating Council (ACC).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu asean retno l.p. marsudi
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top