Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Resesi Melambat, Jepang Revisi Outlook Perekonomiannya

Pemerintah Jepang menyatakan, resesi ekonomi yang saat ini terjadi telah mendekati fase bottoming out. Salah satu faktor pendorong situasi ini adalah proses pembukaan kembali kegiatan ekonomi di Negeri Sakura tersebut.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  10:59 WIB
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe melepas maskernya sebelum berbicara dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, Senin (25/5/2020)./Bloomberg - Reuters/Kim Kyung/Hoon
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe melepas maskernya sebelum berbicara dalam sebuah konferensi pers di Tokyo, Jepang, Senin (25/5/2020)./Bloomberg - Reuters/Kim Kyung/Hoon

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Jepang merevisi outlook perekonomiannya tahun ini seiring dengan pembukaan kembali kegiatan ekonomi.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (19/6/2020), pemerintah Jepang menyatakan, resesi ekonomi yang saat ini terjadi telah mendekati fase bottoming out. Salah satu faktor pendorong situasi ini adalah proses pembukaan kembali kegiatan ekonomi di Negeri Sakura tersebut.

“Perekonomian Jepang masih tetap berada di kondisi yang sangat berat, tetapi sudah mulai berhenti memburuk,” demikian pernyataan kantor kabinet Jepang.

Pernyataan positif tersebut merupakan revisi positif pertama pemerintahan Jepang terhadap perekonomiannya sejak Januari 2018. Selain itu, kegiatan usaha di Jepang telah menunjukkan tren kenaikan yang disertai dengan bertambahnya konsumsi rumah tangga.

Selain itu, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, juga telah mengumumkan paket stimulus sebesar US$1,1 triliun untuk menghadapi dampak pandemi virus corona. Jumlah ini dua kali lebih besar dibandingkan paket kebijakan sebelumnya dan mencakup 40 persen dari produk domestik bruto (PDB) Jepang. Pemerintah Jepang juga akan mengumumkan cetak biru kebijakan tahunannya pada pertengahan Juli 2020

Di sisi lain, Bank Sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ) tidak mengubah kebijakan-kebijakan utamanya dalam menghadapi resesi ekonomi. Hal tersebut merupakan sinyal bahwa Bank of Japan sudah tidak berada dalam fase melawan krisis.

Pada Rabu lalu, ekspor Jepang pada bulan Mei kian tenggelam seiring dengan pengiriman barang ke AS yang terpangkas hingga 50 persen. Sejumlah analis memperkirakan ekonomi Jepang akan terkontraksi 22 persen pada kuartal II/2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Pertumbuhan Ekonomi ekonomi jepang

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top