Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Enam Bulan Tersisa, Ini Timeline Perundingan Brexit

Inggris dan Uni Eropa sebelumnya telah menjalani empat putaran negosiasi dimana pembicaraannya menemui jalan buntu. Kini keduanya hanya memiliki enam bulan tersisa
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  14:11 WIB
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert
Lambang Uni Eropa terpampang di depan gedung Parlemen Eropa di Brussels, Belgia, Rabu (27/5/2020). - Bloomberg/Geert Vanden Wijngaert

Bisnis.com, JAKARTA - Inggris dan Uni Eropa hanya memiliki waktu enam bulan tersisa untuk menghasilkan kesepakatan dan menjembatani perbedaan dalam negosiasi dagang pasca-Brexit, setelah sebelumnya Negeri Ratu Elizabeth tersebut secara resmi menolak perpanjangan negosiasi 

Dilansir Bloomberg, Selasa (16/6/2020), kedua belah pihak sebelumnya telah menjalani empat putaran negosiasi dimana pembicaraannya menemui jalan buntu. Inggris dan Uni Eropa berselisih tentang masalah-masalah seperti level playing field atau persaingan yang setara, peran Pengadilan Eropa, dan isu perikanan.

Adapun, keputusan untuk tidak memperpanjang masa transisi diungkapkan Perdana Menteri Boris Johnson pada 12 Juni 2020. Pada akhir tahun, kedua belah pihak berharap untuk mencapai kesepakatan tentang hubungan dagang di masa depan.

Pada Senin, 15 Juni 2020, Johnson mengadakan pembicaraan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Pertemuan ini diketahui menghasilkan kesepakatan kedua belah pihak bersedia melunak atas posisi masing-masing sebelumnya.

Dewan Eropa para pemimpin Uni Eropa akan bertemu pada 18 hingga 19 Juni 2020. Sedangkan perundingan dengan Inggris akan kembali digelar pada 29 Juni hingga 3 Juli2020. Kepala Perundingan Uni Eropa Michel Barnier dan rekannya dari Inggris, David Frost rencananya akan mengadakan pembicaraan di Brussels. Namun, kemungkinan besar pertemuan akan dilakuka secara virtual karena masih dalam masa pandemi.

Selanjutnya, 30 Juni 2020 merupakan batas waktu akhir untuk memperpanjang masa transisi setelah 31 Desember 2020. Pada 1 Juli 2020, Uni Eropa dan Inggris sudah harus mencapai kesepakatan tentang perikanan, prasyarat untuk kesepakatan perdagangan, serta kesepakatan tentang akses perusahaan jasa keuangan London ke pasar tunggal setelah akhir tahun.

Pada 6 Juli 2020, kepala negosiator masing-masing pihak akan mengadakan diskusi khusus, dilanjutkan pada 13 Juli 2020.

Sementara itu, pembicaraan putaran kelima akan berlangsung pada 20 hingga 24 Juli, diikuti diskusi khusus antara kepala negosiator pada 27 Juli.

Perundingan putaran keenam dijadwalkan pada 17 hingga 21 Agustus dan pertemuan luar biasa para pemimpin UE di Leipzig, Jerman pada 13 September. Setelahnya, para pemimpin UE kembali bertemu pada 15 hingga 16 Oktober.

Pada saat-saat terakhir itu, UE menginginkan perjanjian apa pun sudah disepakati untuk memberikan waktu seandainya masing-masing negara anggota harus meratifikasinya. Namun, berdasarkan pengalaman negosiasi Brexit sebelumnya, tenggat ini bisa saja tak terpenuhi.

Sebelum mengakhiri masa transisi pada 31 Desember 2020, para pemimpin UE akan bertemu kembali pada 10 hingga 11 Desember.

Jika kedua belah pihak belum menandatangani kesepakatan perdagangan hingga akhir masa transisi, Inggris akan berstatus default untuk perdagangan dengan persyaratan Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO. Tarif dan kuota akan dikenakan, dan pemeriksaan pabean akan diberlakukan kembali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa inggris Brexit

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top