Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebutuhan Sarung Tangan Melonjak, Corona Cetak Miliarder Baru di Malaysia

Thai Kim Sim dari Supermax Corp dan Lim Kuang Sia dari Kossan Rubber menjadi miliarder baru
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  06:40 WIB
Kebutuhan Sarung Tangan Melonjak, Corona Cetak Miliarder Baru di Malaysia
Aktivitas di salah satu pabrik produksi sarung tangan karet di Selangor, Malaysia. (Bloomberg)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Melonjaknya kebutuhan sarung tangan selama pandemi virus corona telah mencetak miliarder baru di Malaysia yang menjadi rumah bagi beberapa pabrik.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/6/2020), dua miliarder baru lahir di Malaysia akibat kebutuhan sarung tangan melonjak. Tercatat, Malaysia berkontribusi terhadap total pasokan sarung tangan karet dunia sebesar 65 persen.

Kini, total miliarder dari bisnis ini bertambah dua. Thai Kim Sim dari Supermax Corp adalah anggota baru yang memiliki kekayaan bersih mencapai US$1 miliar mengacu pada pergerakan harga saham awal bulan ini.

Lonjakan permintaan akibat pandemi virus corona mengirimkan pundi-pundi kepada sejumlah pebisnis. Top Glove Corp, produsen terbesar di dunia; Hartalega Holdings Bhd. dan Kossan Rubber Industries Bhd. merupakan beberapa perusahaan yang menangguk keuntungan.

Adapun, Supermax mencatatkan kenaikan hingga lima kali lipat.

Dari data Bloomberg, Supermax menikmati kenaikan harga saham sebesar 394 persen. Lalu, Diikuti dengan perusahaan milik Lim Wee Chai, Top Gloves dengan kenaikan harga saham 223 persen.

Di urutan ketiga, terdapat Kuan Kam Hon dengan Hartalega yang mencetak kenaikan harga saham 113 persen, Terakhir, Lim Kuang Sia melalui perusahaannya Kossan yang merealisasikan kenaikan harga saham 97 persen.

Dari sisi kinerja, Supermax membukukan pertumbuhan pendapatan ssebesar 24 persen dengan 447 juta ringgit pada kuartal I/2020. Kendati pendiri perusahaan sempat tersangkut kasus yang membuatnya menerima hukuman penjara dan denda, perusahaan menyebut kinerja awal tahun positif akibat lonjakan permintaan saat pandemi.

Perusahaan lainnya yakni Top Glove membukukan kenaikan harga saham lebih dari tiga kali lipat sehingga mengirim kekayaan bersih Lim Wee Chai menjadi US$2,5 miliar.

Perusahaan pun membukukan pendapatan 348 juta ringgit atau naik 366 persen dalam tiga bulan.

Sementara itu, perusahaan lainnya yakni Hartalega dan Kossan Rubber mencatatkan kenaikan ganda pada harga sahamnya. Walhasil, para pendiri pabrik sarung tangan itu mendapatkan kekayaan bersih US$4,8 miliar untuk pendiri Hartalega yakni Kuan Kam Hon dan Lim Kuang Sia dari Kossan Rubber dengan US$1,1 miliar yang membuatnya menjadi miliarder baru tahun ini.

“Mengenakan sarung tangan untuk berbagai tujuan telah menjadi norma baru, termasuk kesehatan dan ritel dan penggunaan tinggi akan menguntungkan pabrik dalam jangka panjang,” ujar analis CGS-CIMB Research Walter Aw.

Di sisi lain, dia mengakui Supermax menikmati keuntungan jumbo karena menciptakan mereknya sendiri. “Sedangkan yang lainnya sebagian besar merupakan penyuplai,” katanya.

Perusahaan yang didirikan pada 1987 itu awalnya hanya menjual sarung tangan lateks sebelum membangun pabriknya pada 1989. Kemudian, label sendiri yakni Supermax lahir merespons panggilan pembuatan merek Malaysia. Saat ini, perushaan telah mengekspor produk ke 160 negara dan memenuhi 12 persen kebutuhan global.

Keluarga asal Thailand yang mendirikan perusahaan itu menggenggam 18 persen sahamnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top