Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Baru Covid-19 Melonjak, Houston Tinjau Lockdown Lagi

Pada Rabu (10/6/2020), Texas mencatat 2.504 kasus baru akibat virus mematikan tersebut. Alhasil, pembatasan sosial akan kembali diterapkan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  06:55 WIB
Para aktivis kebijakan imigrasi mengenakan selimut perak sebagai simbol anak-anak imigran yang dipisahkan dari orang tuanya dan ditempatkan di fasilitas khusus di Texas, AS dalam sebuah unjuk rasa di Gedung Senat AS, Washington DC, AS, Kamis (28/6). - Reuters/Jonathan Ernst
Para aktivis kebijakan imigrasi mengenakan selimut perak sebagai simbol anak-anak imigran yang dipisahkan dari orang tuanya dan ditempatkan di fasilitas khusus di Texas, AS dalam sebuah unjuk rasa di Gedung Senat AS, Washington DC, AS, Kamis (28/6). - Reuters/Jonathan Ernst

Bisnis.com, JAKARTA – Houston selangkah lebih dekat untuk kembali memberlakukan pembatasan sosial pada masyarakatnya, setelah angka kasus baru Covid-19 meningkat di salah satu kota negara bagian Texas ini.

Pejabat wilayah Houston dikabarkan siap membuka kembali rumah sakit untuk pasien Covid-19 yang belum pernah digunakan di sebuah stadion sepak bola.

Pengumuman itu disampaikan oleh Hakim Harris County Lina Hidalgo dan Wali Kota Houston Sylvester Turner pada Kamis (11/6/2020), sehari setelah Texas melaporkan rekor kasus baru Covid-19 secara harian.

Pada Rabu (10/6/2020), Texas mencatat 2.504 kasus baru akibat virus mematikan tersebut. Angka ini adalah yang tertinggi secara harian sejak pandemi Covid-19 bermula.

“Kita mungkin sedang mendekati jurang bencana. Tidak terkendali untuk saat ini. Kabar baiknya adalah itu tidak parah,” ungkap Hidalgo, seperti dikutip dari Bloomberg.

“Fasilitas medis ad hoc yang dibuka di NRG Stadium akan dibangun kembali jika tekanan pada sistem rumah sakit lokal menjadi parah,” ujar Hidalgo kepada awak media.

Peringatan wabah yang semakin memburuk menambah kekhawatiran para pejabat kesehatan nasional seputar risiko gelombang kedua infeksi di luar hot spot awal Amerika Serikat seperti New York dan New Jersey.

Texas telah menjadi salah satu negara bagian yang paling mendorong pelonggaran lockdown. Langkah ini diberlakukan pada gelombang pertama Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 113.000 warga AS.

Harris County, yang meliputi Houston dan daerah pinggiran kota sekitarnya, telah mencatat 15.552 kasus atau hampir seperlima dari total 81.583 kasus di Texas, menurut data departemen kesehatan setempat yang dirilis Kamis.

Angka kematian, bagaimanapun, tetap kecil dibandingkan dengan hot spot di bagian lain AS. Angka kematian kumulatif di Harris County berjumlah 267 orang atau hanya sekitar sepertiga dari angka kematian di negara bagian New York selama periode terburuknya.

Dibandingkan dengan Houston, kondisi lebih buruk sebenarnya dialami Dallas, kota lain di Texas. Dallas, yang memiliki jumlah penduduk hampir 1 juta lebih sedikit daripada Houston mencatat 2,6 persen angka kematian lebih besar.

Harris County juga membentuk apa yang disebutnya penilaian tingkat ancaman kesehatan masyarakat. Penilaian ini akan mengingatkan warga jika kondisinya memburuk atau membaik. Level saat ini tetap di titik tertinggi kedua pada skala empat tingkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat covid-19 Lockdown

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top