Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Satgas Pamtas RI-Malaysia Mengamankan 876 TKI yang Kembali Lewat Jalur Tikus

Selama bulan Juni, Satgas Pamtas RI-Malaysia telah mengamankan lebih dari 114 orang yang pulang ke Indonesia lewat jalur tikus dan tidak memiliki dokumen resmi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  10:56 WIB
Satgas Pamtas RI-Malaysia Mengamankan 876 TKI yang Kembali Lewat Jalur Tikus
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) terdampak perpanjangan masa "Lockdown" di Malaysia tiba di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai di Dumai, Riau, Jumat (27/3/2020). Sebanyak 64 WNI dari Malaysia tiba di Dumai setelah melakukan transit lewat Tanjung Balai Karimun Kepri akibat terdampak perpanjangan masa Lockdown hingga 14 April 2020 terkait pandemi wabah COVID-19 di negara tersebut. - ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 876 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia dengan melalui jalur tikus atau jalur tidak resmi diamankan oleh Satgas Pamtas RI-Malaysia dari Yonif Raider-641/Beruang Hitam.

"Para TKI tersebut masuk secara berkelompok dan tidak memiliki dokumen resmi perjalanan ke luar negeri, baik pada siang maupun malam hari, yang masuk melalui jalur tidak resmi," kata Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono di Pos Kotis Satgas Pamtas RI-Malaysia di Entikong, Kabupaten Sanggau, Jumat (12/6/2020).

Menurut Kukuh, berdasarkan pengakuan para TKI yang diamankan, hal itu terjadi karena selama di Malaysia mereka bekerja secara ilegal di perkebunan sawit. Namun, akibat kebijakan 'lockdown' untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) membuat mereka tidak lagi memiliki pekerjaan dan ingin kembali ke Indonesia.

"Untuk bulan Juni ini saja, kami telah berhasil mengamankan lebih dari 114 orang yang tidak memiliki dokumen resmi pulang ke Indonesia melalui hutan dan sampai di perbatasan melalui jalur tikus," ujarnya.

Menurut Kukuh, begitu para TKI masuk, maka proses berikutnya yang harus dilakukan ialah mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Setelah diperiksa kesehatan dan masing-masing mendapatkan surat keterangan kesehatan, maka sebelum melanjutkan perjalanannya, pihak Imigrasi Entikong akan mendata dan mewawancara para WNI tersebut tentang riwayat perjalanan. Adapun, untuk barang-barangnya akan diperiksa oleh Kantor Bea dan Cukai Entikong.

"Mereka saat setelah ditangkap wajib mengikuti rangkaian pemeriksaan, kesehatan, kemudian diwajibkan memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak," jelasnya.

Sementara itu, kata Kukuh lagi, untuk mengurangi risiko terpapar Covid-19, Satgas Yonif R-641 juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (ADP) berupa baju hazmat, face shield, sarung tangan dan masker. Selain itu, anggota yang berjaga juga dibekali dengan alat pendeteksi suhu tubuh non-kontak atau thermogun.

"Keberhasilan penjagaan wilayah perbatasan ini berkat adanya kekompakan dan kerjasama semua pihak dan saya sangat mengapresiasi dedikasi dan semangat para petugas KKP, Imigrasi dan Bea Cukai Entikong yang siap untuk melayani pulangnya WNI bahkan saat diluar jam dinas," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI malaysia Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top