Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi April Turun, Airbus Bakal Tinjau Ulang Kapasitas Produksi

Pimpinan Airbus SE berencana meninjau langkah-langkah tambahan yang mungkin diperlukan untuk mengatasi dampak pandemi akibar virus corona (Covid-19). 
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  15:15 WIB
Logo Airbus - Reuters/Regis Duvignau
Logo Airbus - Reuters/Regis Duvignau

Bisnis.com, JAKARTA - Pimpinan Airbus SE berencana meninjau langkah-langkah tambahan yang mungkin diperlukan untuk mengatasi dampak pandemi akibar virus corona (Covid-19). 

Dilansir Bloomberg, Senin (1/6/2020), menurut orang yang akrab dengan masalah tersebut, di antara topik yang akan dibahas pada pertemuan minggu ini adalah tingkat produksi untuk pesawat jet sempit seri A320 yang merupakan unit terlaris Airbus.

Sebelumnya, Airbus memangkas produksi sekitar sepertiga pada April untuk menyesuaikan penurunan permintaan dari maspakai yang telah memarkir pesawat sejak awal masa pandemi. Pada saat itu, perusahaan berencana memproduksi 40 unit A320 per bulan.

Hampir dua bulan kemudian, banyak maskapai tetap macet, kekurangan uang, dan berlomba-lomba untuk melakukan PHK. Tanpa vaksin untuk meyakinkan penumpang, penerbangan dapat tetap tertekan selama beberapa waktu, dan secara otomatis mengurangi permintaan pesawat.

"Tahun ini akan sangat sulit. Saya pikir penyesuaian akan segera terjadi karena saya membayangkan mereka akan kesulitan mendapatkan maskapai untuk naik pesawat kuartal ini," kata George Ferguson, seorang analis Bloomberg Intelligence.

Sementara itu, seorang juru bicara Airbus menolak mengomentari spekulasi terkait pertemuan internal.

Diketahui, seri A320 telah menyumbang sebagian besar produksi dan arus kas Airbus. Produsen pesawat itu hanya memproduksi 12 unit selama April, karena harus menangani penutupan pabrik dan bernegosiasi dengan pelanggan yang ingin membatalkan atau menunda pengiriman. Perusahaan akan mengumumkan total pesanan dan pengiriman bulanan untuk Mei minggu ini.

Chief Executive Officer Guillaume Faury sebelumnya mengatakan bahwa perusahaan akan mengevaluasi kembali tingkat produksi pada Juni.

"Tujuan kami adalah menyelesaikan stabilitas baru untuk mendefinisikan dunia baru pada Juni. Kami akan memiliki gambaran yang lebih rinci," katanya pada akhir April lalu.

Pada April, Airbus juga menurunkan output unit pesawat berbadan lebar A350 menjadi enam dalam sebulan, sedangkan A330 diproduksi lebih sedikit. Peningkatan produksi bodi sempit yang lebih kecil, seri A220 yang baru saja diakuisisi, juga mengalami perlambatan.

Program super-jumbo A380, pesawat jet terbesar Airbus, sudah dijadwalkan untuk berakhir dalam beberapa bulan mendatang. Pelanggan terbesar Airbus yakni Emirates Group, berusaha untuk membatalkan lima pengiriman terakhir yang tersisa berdasarkan pesanannya.

Setiap keputusan untuk memangkas produksi lebih lanjut akan sejalan dengan rencana Faury untuk menurunkan jumlah karyawan karena perusahaan menghadapi penurunan penerbangan terburuk dalam sejarahnya. Faury mengatakan kepada manajer senior bahwa pemimpin Eropa harus bertindak cepat untuk menyelamatkan pekerjaan karena industri menghadapi penurunan paling tajam yang pernah terjadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airbus maskapai penerbangan Virus Corona covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top