Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Covid-19, Indonesia Potensi Kehilangan 4 Juta Wisman

Indonesia berpotensi kehilangan 4 juta wisatawan mancanegara hingga menjelang akhir kuartal II tahun ini.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  17:01 WIB
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan Indonesia berpotensi kehilangan 4 juta wisatawan mancanegara hingga menjelang akhir kuartal II tahun ini. Namun, hasil akhir masih menunggu perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kalau kita lihat biasanya per bulan itu wisatawan asing sekitar 1,3 - 1,4 juta orang datang ke Indonesia. kalau dihitung-hitung secara sederhana saja sih mungkin kita kehilangan potensi kedatangan wisatawan asing itu sekitar 4 juta lah sekarang ini,” kata Wishnutama seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (28/5/2020).

Seperti diketahui, Indonesia telah menutup akses masuk bagi warga negara asing (WNA). Kementerian Luar Negeri hanya memperbolehkan kedatangan WNA dengan syarat-syarat tertentu.

Pada awal tahun, Wishnutama telah memprediksi kehilangan wisman asal China sebanyak 2 juta orang. Padahal China menyumbang sekitar 12,5 persen terhadap total wisatawan asing yang datang ke Indonesia pada tahun lalu.

Adapun, pada masa new normal pemerintah akan fokus untuk menggenjot aktivitas wisatawan domestik. Protokol kesehatan akan disiapkan untuk daerah wisata yang telah dianggap aman Covid-19.

Sementara itu, BPS telah memprediksi penurunan wisatawan berdampak pada kenaikan pengangguran sektor pariwisata, termasuk perhotelan, restoran, transportasi dan sejenisnya. Secara total, perusahaan yang memasang iklan lowongan tenaga kerja turun sebanyak 50 persen dan diikuti dengan lowongan pekerjaan yang turun 70 persen.

Hal itu kemudian dikuatkan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno. Dia mengatakan aktivitas sektor pariwisata, termasuk penyerapan kembali korban PHK akan sangat bergantung pada regulasi pemerintah terhadap pergerakan penduduk.

"Kalau di agen perjalanan semua tergantung peraturan, tergantung maskapainya bagaimana. Apakah destinasi wisata akan dibuka pada kenormalan baru? Dalam hal wisata di dalam negeri, apakah tiketnya akan terjangkau nanti?" kata Pauline.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Virus Corona New Normal
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top