Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TNI AU Canangkan 9 Program Prioritas, Termasuk untuk New Normal

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo memaparkan sembilan program prioritas, sebagai bentuk pembinaan kemampuan dan pembangunan kekuatan TNI AU agar menjadi kesatuan yang disegani.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  14:51 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh dari personel pesawat C-130 Hercules TNI AU dari Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh Malang yang membawa alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (23/3 - 2020). ANTARA FOTO
Petugas memeriksa suhu tubuh dari personel pesawat C-130 Hercules TNI AU dari Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Lanud Abdulrachman Saleh Malang yang membawa alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (23/3 - 2020). ANTARA FOTO

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo memaparkan sembilan program prioritas, sebagai bentuk pembinaan kemampuan dan pembangunan kekuatan TNI AU agar menjadi kesatuan yang disegani.

Fajar mengatakan, pada era Revolusi Industri 4.0 yang amat dinamis, TNI AU harus mengedepankan cara kerja yang komunikatif, inklusif, dan kolaboratif. Muara dari cara kerja ini adalah dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI AU yang berkualitas.

Selain memiliki jiwa nasionalisme, penguasaan teknis, kepribadian yang baik, dan kualitas fisik yang tangguh, para personil juga harus didukung dengan kemampuan literasi yang baik.

"Setidaknya ada dua jenis literasi yang dapat dijadikan modal berharga bagi prajurit TNI Angkatan Udara dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi yang semakin cepat, yaitu literasi baca tulis dan literasi digital," katanya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (27/5/2020).

Untuk itu, Fajar juga merumuskan sembilan program prioritas, terutama terkait dengan strategi pembinaan kemampuan dan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara.

Adapun, kesembilan program prioritas tersebut meliputi, pertama, the new normal. Pada program ini, berbagai tugas tetap dapat berjalan dan dampak pandemi dapat ditekan serendah mungkin.

"Kami akan segera rumuskan the new normal, sebagai mekanisme dan prosedur kinerja yang baru," katanya.

Dalam bidang perencanaan, dia akan mempercepat pemenuhan Minimum Essential Force (MEF) tahap III hingga tahun 2024 dengan fokus pada pencapaian air superiority. Hal ini dilakukan melalui kemampuan Network Centric Warfare (NCW) dan pemenuhan alutsista dengan teknologi yang tetap relevan hingga 30 tahun ke depan.

Pada bidang organisasi, Fajar dengan menyiapkan penerapan organisasi TNI AU, mengatur prosedur mekanisme hubungan kerja (Prosmekhubja) serta menata organisasi yang selaras dengan kebijakan proportional growth dan right sizing.

"Selanjutnya, dalam bidang Intelijen, kami mewujudkan informasi superiority TNI Angkatan Udara," lanjut Fajar.

Kemudian, prioritas bidang operasi, yaitu meningkatkan kualitas operasi TNI AU, baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Pada bidang latihan, KSAU akan menitikberatkan pada peningkatan efektivitas dan efisiensi latihan sebagai upaya komprehensif untuk meningkatkan kemampuan personel dan kemampuan satuan secara cepat dan tepat sasaran.

Prioritas selanjutnya pada bidang SDM. Terkait dengan hal ini, KSAU menyoroti bagaimanapun canggihnya teknologi yang digunakan, tetapi pada akhirnya unsur manusia yang tetap memegang peranan besar dalam keberhasilan tugas.

Untuk bidang pemeliharaan, Fajar akan menjamin terpeliharanya operational readliness TNI AU. Terakhir, dalam bidang Lambangja, TNI AU akan menjadikan safety culture sebagai landasan utama yang sangat esensial.

"Dengan menempatkan keamanan [safety] sebagai faktor utama dalam setiap pengambilan keputusan misi operasi dan latihan," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni au New Normal
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top