Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menjelang Idulfitri, Prancis Izinkan Ibadah Bersama

Menjelang Idulfitri, Prancis mengizinkan warganya memulai kembali ibadah bersama setelah larangan selama 2 bulan akibat wabah Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Mei 2020  |  14:59 WIB
Petugas medis dengan alat pelindung diri beristirahat selama pemindahan pasien yang terinfeksi virus corona (COVID-19) dari Strasbourg di Prancis, Senin (30/3/2020), menuju Jerman dan Swiss./Antara - Reuters
Petugas medis dengan alat pelindung diri beristirahat selama pemindahan pasien yang terinfeksi virus corona (COVID-19) dari Strasbourg di Prancis, Senin (30/3/2020), menuju Jerman dan Swiss./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang Idulfitri, kementerian dalam negeri Prancis mengizinkan warganya memulai kembali ibadah bersama setelah penangguhan selama 2 bulan akibat wabah Covid-19, tapi umat yang beribadah harus mengenakan masker.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters pada Sabtu (23/5/2020), kementerian itu mengatakan akan mengeluarkan satu keputusan yang menguraikan aturan-aturan baru bagi kegiatan keagamaan bersama.

Di bawah keputusan itu, larangan berkumpul yang diberlakukan pada Maret, sebagai bagian upaya pemerintah mencegah penyebaran corona, akan dicabut.

Namun, ibadah bersama harus mematuhi persyaratan termasuk memakai masker, jaga jarak setidaknya 1 meter di antara umat yang beribadah, dan mencuci tangan.

Pemerintah Prancis melonggarkan beberapa pembatasan penutupan wilayahnya awal bulan ini, tapi tidak melonggarkan larangan ibadah bersama.

Hal itu memunculkan keluhan dari kelompok-kelompok keagamaan, yang mengatakan mereka diperlakukan tidak adil.

Pernyataan kementerian itu menyebut pemerintah berharap ibadah dimulai kembali awal Juni, tapi dalam beberapa kasus kelompok-kelompok keimanan dapat beribadah bersama begitu aturan baru diterbitkan, yang menurut pemerintah akan dilakukan "dalam beberapa jam mendatang".

Umat Islam—yang jumlahnya sekitar 9 persen dari populasi Prancis yang sekitar 67 juta, menurut laporan Pew Research Center pada 2017—pada akhir pekan ini merayakan Idulfitri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis Virus Corona

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top