Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisma Atlet Pademangan Viral, Satgas Covid-19 Akui Kesiapan Belum Maksimal

Kondisi Tower 9 Wisma Atlet memang belum maksimal 100 persen saat awal dibuka. Saat itu, fasilitas gedung, petugas TNI, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan hingga instalasi terkait penanganan Covid-19 masih terbatas.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  14:33 WIB
Ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool
Ruang instalasi gawat darurat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo yang telah melakukan peninjauan tempat ini memastikan bahwa rumah sakit darurat ini siap digunakan untuk karantina dan perawatan pasien Covid-19. Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang, sedangkan saat ini sudah disiapkan untuk tiga ribu pasien. ANTARA FOTO/Kompas/Heru Sri Kumoro - Pool

Bisnis.com, JAKARTA -- Belakangan media sosial ramai informasi beredar kondisi karantina di Wisma Atlet C2 Kemayoran, Jakarta.

Seorang kandidat dokter di Universitas Twente, Belanda, Kunafi mengeluhkan kondisi karantina di sana.

Kakesdam Jaya/Jayakarta, Kolonel CKM dr. Donny Guntur menjelaskan pemberitaan viral tersebut berlokasi di Wisma Atlet C2 Kemayoran. Namun dia mengatakan sebenarnya wisma yang dimaksud adalah C2 Pademangan, bukan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran yang telah lama disiapkan pemerintah.

“Yang viral itu Wisma Atlet Pademangan C2. Itu bukan rumah sakit, tapi tempat karantina WNI repatraisi yang masuk ke sini, sehingga pertama kali dibuka tentunya banyak hal yang harus dibenahi,” katanya dalam konferensi pers melalui akun YouTube BNPB, Kamis (21/5/2020).

Adapun dalam cerita Kunafi melalui media sosial, dia menyampaikan kondisi saat masuk ke Gedung C2 Wisma Atlet Kemayoran, Sabtu (16/5/2020), social distancing tidak terlaksana sama sekali. Antrean orang terjadi untuk mengambil makan karena porsi makan sedikit.

Kerumunan juga terjadi untuk menggunakan lift. Selain itu aturan dan protokol kesehatan tidak dijelaskan dengan baik.

Diberitakan Bisnis sebelumnya, Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) RS Darurat Wisma Atlet Brigjen TNI M. Saleh mengatakan Kunaifi beserta keluarganya masuk dalam rombongan gelombang pertama ke Tower 9 Wisma Atlet Pademangan, yang baru awal dibuka.

“Kami perlu jelaskan bahwa Tower 9 atau Blok C2 ini adalah wisma karantina untuk repatriasi, jadi bukan termasuk RS Darurat Wisma Atlet,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2020).

Dia menjelaskan kondisi Tower 9 Wisma Atlet memang belum maksimal 100 persen saat awal dibuka. Saat itu fasilitas gedung, petugas TNI, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan hingga instalasi terkait penanganan Covid-19 masih terbatas.

“Namun pada saat itu jumlah WNI repatriasi yang masuk jumlahnya sangat banyak, bahkan pada satu hari itu saja yang masuk mencapai lebih dari 1.000 orang,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WISMA ATLET Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top