Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Suap Mantan JAMPidsus, Kejagung Periksa Asisten Pribadi Imam Nahrawi  

Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana memanggil dan memeriksa asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yaitu Miftahul Ulum.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  09:52 WIB
Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum (kiri) meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum (kiri) meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana memanggil dan memeriksa asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yaitu Miftahul Ulum.

Rencananya, Miftahul Ulum akan diperiksa serta dimintai keterangan terkait pernyataannya pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ihwal dugaan tindak pidana suap terhadap mantan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejagung Adi Toegarisman sebesar Rp7 miliar hari ini Selasa (19/5/2020) pukul 10.00 WIB.

"Iya, yang bersangkutan akan dipanggil dan hari ini Selasa, 19 Mei 2020 diklarifikasi soal pernyataan di Pengadilan Tipikor itu," tutur Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, Selasa (19/5/2020).

Dia mengatakan bahwa tim khusus yang dibentuk Kejagung untuk menyelidiki dugaan suap sebesar Rp7 miliar tersebut sudah mendapatkan izin dari Lapas Sukamiskin untuk membawa dan meminta keterangan dari Miftahul Ulum terkait pernyataan Ulum tentang dugaan suap eks JAMPidsus Adi Toegarisman.

"Kami sudah dapatkan izin dari Pengadilan. Jadi hari ini yang bersangkutan akan dipanggil dan diklarifikasi keterangannya," katanya.

Sebelumnya, Miftahul Ulum menyebut anggota BPK Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman diduga telah menerima suap dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap hibah KONI dengan terdakwa Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor.

Pada persidangan tersebut Ulum mengemukakan bahwa Achsanul Qosasi menerima Rp3 miliar dan Adi Toegarisman menerima Rp7 miliar. Menurut Ulum, tujuan uang tersebut diberikan yaitu agar Kejagung tidak memanggil dan melanjutkan kasus KONI di Kejagung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung Menpora Imam Nahrawi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top