Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebelum Meninggal, 4 ABK WNI Minum Air Laut dan Diduga Dipekerjakan Tidak Layak

ABK Indonesia tidak difasilitasi air minum bersih, melainkan hanya minum air laut yang difilter lantaran air mineral hanya diminum oleh awak kapal China.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 07 Mei 2020  |  20:19 WIB
Kapal misteri yang dipotret warga Pulau Mansuar Raja Ampat, Senin (13/4 - 2020). Foto: Antara
Kapal misteri yang dipotret warga Pulau Mansuar Raja Ampat, Senin (13/4 - 2020). Foto: Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak empat anak buah kapal (ABK) WNI meninggal saat bekerja di kapal ikan milik China, yakni Long Xing 629. Timbul kecurigaan adanya kehidupan tidak layak di atas kapal.

Menteri Luar Negeri Retno marsudi memerinci, terdapat empat ABK WNI yang meninggal yang bekerja di kapal Long Xing 629 berbendera China. Satu orang (berinisial EP) meninggal di darat setelah dilaporkan sakit pada 26 April 2020. EP telah sakit cukup lama yakni sesak napas dan batuk berdarah.

“Pihak agen telah membawanya ke Busan Medical Center untuk pengawasan. Namun, pada 27 April pukul 06.50 dinyatakan meninggal di rumah sakit. Dari keterangan kematian Busan Medical Center, dia meninggal karena pneumonia,” ujarnya dalam keterangan pers virtual pada Kamis (7/5).

Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke Indonesia pada esok hari, 8 Mei 2020.

Sementara itu, tiga orang lainnya meninggal dan jenazahnya telah dilarung atau dikubur di laut lepas. Dari ketiga orang tersebut, satu orang berinisial AR meninggal pada 30 Maret dan jenazahnya dilarung sehari setelahnya.

AR yang bekerja di kapal Long Xing 629 dilaporkan sakit pada 26 Maret 2020 dan dipindah ke kepala Tian Yu 8 untuk dibawa berobat, tetapi tidak sempat karena sudah kepalang meninggal.

“Dari info yang diperoleh KBRI, pihak kapal telah memberitahu pihak keluarga dan telah mendapat surat persetujuan pelarungan di laut dari keluarga pada 30 Maret. Pihak keluarga juga sudah sepakat menerima kompensasi kematian dari kapal Tian Yu 8,” terangnya.

Sementara itu, dua ABK WNI yang juga jenazahnya dilarang, meninggal pada Desember 2019. Hal ini menimbulkan kecurigaan dari pihak pemerintah Indonesia terkait dengan kehidupan di atas kapal yang tidak layak hingga menyebabkan kematian ABK WNI.

Sebuah stasiun TV swasta Korea, MBC melaporkan secara eksklusif, ABK WNI yang bekerja di kapal China ini bekerja selama 18 jam sehari.

Mereka harus berdiri selama 30 jam, dimana setiap 6 jam mereka istirahat. Mereka juga tidak difasilitasi air minum bersih, melainkan hanya minum air laut yang difilter lantaran air mineral hanya diminum oleh awak kapal China.

Setelah bekerja dalam kondisi ‘perbudakan’ itu, para ABK WNI yang telah bekerja selama 13 bulan hanya menerima gaji senilai US$120 atau setara Rp1,8 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china meninggal abk
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top