Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jutaan Akun Tokopedia Dibobol, DPR Minta Percepat Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Willy Aditya menegaskan kasus bocornya data pelanggan Tokopedia ke publik menjadi momen untuk mempercepat pembahasan RUU Pelindungan Data Pribadi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  07:58 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, Willy Aditya menegaskan kasus bocornya data pelanggan Tokopedia ke publik menjadi momen bagi percepatan pembahasan RUU Pelindungan Data Pribadi.

“Kita berharap agar RUU Pelindungan Data Pribadisegera diundangkan. Tidak bisa lagi kita hanya memberi sanksi administratif seperti di Peraturan Menteri,” ujarnya menanggapi kasus yang telah menghebohkan masyarakat tersebut, Selasa (5/5/2020).

Menurut politisi Nasdem itu, harus ada sanksi tegas terhadap kecerobohan pengelolaan data yang berpotensi pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Alasannya, data pribadi seseorang yang bocor bisa menjadi ancaman hidup bagi pemilik data, ujar anggota Komisi I DPR yang menangani masalah komunikasi dan informatika tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa terkait kasus tersebut, pihaknya akan menjadikan  kecerobohan pengelolaan dump data oleh Tokopedia sebagai  catatan dalam pembahasan RUU Pelindungan Data Pribadi nantinya.

Willy menegaskan bahwa setiap pihak yang terhubung dalam pengelolaan data pribadi harus melakukan kegiatannya secara bertanggung jawab.

Tanggung jawab melekat pada pihak yang diberikan kepercayaan mengendalikan data pribadi oleh warga.

“Data digital pelanggan seperti yang dikumpulkan Tokopedia merupakan hak privat warga negara yang harus dilindungi negara,” katanya.

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan bocornya data 15 juta pelanggan Tokopedia. Kebocoran tersebut diketahui setelah seorang pegiat dunia maya mengunggah tangkapan layar dari sebuah forum diskusi.

Sebagaimana tercantum pada laman syarat dan ketentuannya, Tokopedia mengumpulkan data identitas digital pelanggannya. Beberapa data itu antara lain IP, Lokasi Wifi, Geo-Location, data interaksi, bahkan hingga ke IMEI dan kebiasaan pengguna dalam memakai gawainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasdem tokopedia
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top