Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perjalanan Romahurmuziy dari OTT hingga Bebas dari Rutan

Rommy bebas setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan upaya bandingnya. Pengadilan Tinggi mengurangi hukumannya dari 2 tahun, menjadi satu tahun penjara. Rommy telah menghuni rumah tahanan KPK sejak Maret 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 April 2020  |  11:45 WIB
Tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy berjalan memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (14/6/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi
Tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy berjalan memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Jumat (14/6/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  Romahurmuziy resmi bebas dari Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu (29/4/2020) malam.

Rommy bebas setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan upaya bandingnya. Pengadilan Tinggi mengurangi hukumannya dari 2 tahun, menjadi satu tahun penjara. Rommy telah menghuni rumah tahanan KPK sejak Maret 2019.

KPK sebenarnya mengajukan kasasi terhadap putusan ringan Rommy tersebut. Menurut KPK, majelis hakim pengadilan tinggi luput mempertimbangkan sejumlah fakta persidangan dan tuntutan pencabutan hak politik.

Kasasi didaftarkan pada Senin (27/4/2020). Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan setelah kasasi, maka penahanan Rommy merupakan keputusan MA.

Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro mengatakan lembaganya telah mengeluarkan penetapan penahanan terhadap Rommy begitu mendapatkan berkas permohonan kasasi KPK. Namun, MA juga mengeluarkan klausul bahwa masa penahanan Rommy sudah sama dengan vonis Pengadilan Tinggi yakni satu tahun penjara.

Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kata dia, dapat memerintahkan terdakwa untuk dikeluarkan.

“Sehingga terdakwa dapat dikeluarkan dari tahanan demi hukum,” kata Andi.

Berikut perjalanan kasus Romahurmuzy :

Tertangkap OTT  di Jawa Timur

KPK menangkap Rommy dalam operasi tangkap tangan pada 15 Maret 2019. Tim penyidik KPK mendapat informasi bahwa sekitar pukul 07.00 WIB saat itu, akan ada penyerahan uang yang dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi kepada Romy, sapaan akrab Romahurmuziy.

"Diduga penyerahan uang tersebut dilakukan melalui perantara yakni ANY, asisten Romy," ucap Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di kantornya, Jakarta Selatan pada Sabtu(16/3/2019).

Saat itu, Romy sedang berada di sebuah restoran di Hotel Bumi Surabaya, Jawa Timur. Ketika ia mengetahui bahwa tim KPK akan mendatangi, ia berdiri dan berjalan keluar dari restoran menuju jalan raya.

Kemudian terjadi kejar-kejaran antara penyidik KPK dengan Romy. Hanya saja, KPK tak menjelaskan lebih rinci perihal kejadian kejar-kejaran tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

romahurmuziy
Sumber : Tempo.Co
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top