Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

64 Awak Kapal Perusak USS Kidd Positif Corona, 300 ABK Dikarantina

Jumlah kru di atas kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Kidd, yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona atau Covid-19 bertambah menjadi 64 orang.
Kapal perusak pembawa rudal berpemandu, USS Kidd, tiba di San Diego pada 28 April 2020 atau Rabu (29/4/2020) WIB sebagai bagian dari respons agresif Angkatan Laut AS terhadap wabah Corona (Covid-19) di atas kapal tersebut. Foto: Xinhua/US Navy
Kapal perusak pembawa rudal berpemandu, USS Kidd, tiba di San Diego pada 28 April 2020 atau Rabu (29/4/2020) WIB sebagai bagian dari respons agresif Angkatan Laut AS terhadap wabah Corona (Covid-19) di atas kapal tersebut. Foto: Xinhua/US Navy

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kru di atas kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Kidd, yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona atau Covid-19 bertambah menjadi 64 orang.

Kantor berita China, Xinhua, mengatakan informasi itu terungkap saat kapal perang tersebut berlabuh pada Selasa (28/4) sore atau Rabu (29/4) siang WIB di pangkalan angkatan laut di San Diego, California, AS.

"Kapal yang berbasis di Everett tersebut berlayar dengan membawa 300 awak, dan hingga Selasa sore, 63 persen di antaranya telah menjalani tes, ungkap sebuah laporan dari Daily Herald, salah satu sumber berita terkemuka di Everett dan Snohomish County yang terletak di sebelah barat Negara Bagian Washington," tulis Xinhua, Rabu (29/4/2020).

Pada akhirnya, semua awak diharapkan menjalani tes, sebut laporan itu mengutip pernyataan Letnan Komandan Megan Isaac dari Kantor Informasi Angkatan Laut AS.

Kapal tersebut diperkirakan akan didisinfeksi dan dibersihkan di San Diego, sedangkan para kru diisolasi dan dikarantina, papar laporan itu.

Kapal perusak tersebut menjadi kapal perang AS kedua yang terjangkit wabah COVID-19 saat berlayar, setelah kapal induk USS Theodore Roosevelt.

Sebelum terdampak wabah, USS Kidd ditugaskan untuk misi pemberantasan narkotika yang baru-baru ini ditingkatkan di Pasifik Timur guna mengatasi perdagangan gelap obat-obatan terlarang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Sutarno
Sumber : Xinhua/Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper