Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos Uber Technologies Mengundurkan Diri, Perusahaan Pangkas 20 Persen Pekerja

Chief Technology Officer (CTO) Uber Technologies Thuan Pham mundur setelah tujuh tahun menjabat sebagai eksekutif perusahaan
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 April 2020  |  06:59 WIB
Thuan Pham. Istimewa
Thuan Pham. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Chief Technology Officer (CTO) Uber Technologies Thuan Pham mundur setelah tujuh tahun menjabat sebagai eksekutif perusahaan, di tengah pukulan pandemi virus corona (Covid-19) terhadap industri transportasi global.

Perusahaan juga mungkin mempertimbangkan pengurangan pekerjaan sebanyak 20 persen, menurut situs berita teknologi Information, yang mengabarkan perihal mundurnya Pham pada Selasa (28/4/2020).

Uber diketahui memiliki sekitar 27.000 karyawan pada akhir tahun 2019. Namun, seorang juru bicara perusahaan menolak untuk mengomentari kabar mengenai kemungkinan pemangkasan jumlah pekerjaan.

"Seperti yang Anda semua perkirakan, perusahaan mempertimbangkan setiap skenario yang mungkin untuk memastikan kami sampai ke sisi lain dari krisis ini dalam posisi yang lebih kuat dari sebelumnya,” tuturnya, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Lahir di Vietnam, Pham meninggalkan tanah airnya sebagai seorang pengungsi pada tahun 1979 dan berimigrasi ke Amerika Serikat. Ia meraih gelar master di bidang teknik listrik dan ilmu komputer dari kampus bergengsi Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Pham kemudian bekerja di berbagai perusahaan teknologi, termasuk sebagai eksekutif di perusahaan pembuat perangkat lunak VMware Inc., sebelum bergabung dengan Uber sebagai CTO pada 2013.

Menurut pengarsipan, keputusan Pham untuk mengundurkan diri disampaikan kepada Uber pada 24 April dan akan berlaku efektif per 16 Mei mendatang. Dalam sebuah pernyataan, CEO Uber Dara Khosrowshahi mengutarakan rasa terima kasihnya atas masa kerja Pham.

“Sebagai pemimpin organisasi teknik kami selama tujuh tahun terakhir, Thuan memberi kontribusi penting yang telah membantu menjadikan Uber menjadi platform teknologi global seperti saat ini," ujar Khosrowshahi.

Sementara itu, dalam pernyataannya, Pham mengatakan bahwa tim teknik Uber bekerja pada puncak produktivitas. “Kami telah membangun skala dan stabilitas sistem yang kuat, dan siap menghadapi masa depan,” ungkap Pham.

Uber sendiri telah memangkas lebih dari 1.100 pekerjaan tahun lalu. Sebelum pandemi virus corona melanda, perusahaan mengatakan akan menghasilkan laba kuartalan pada akhir tahun ini.

Meski demikian, pada awal April, perusahaan mencabut proyeksi keuangannya untuk tahun 2020. Uber dijadwalkan untuk merilis laporan kinerja keuangan untuk kuartal pertama 2020 pada 7 Mei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Uber Technologies taksi uber
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top