Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Dikabarkan Kirim Tim Medis ke Korea Utara untuk Tangani Kesehatan Kim Jong Un

Tapi, seorang pejabat senior Pentagon mengatakan AS terus memantau laporan seputar kesehatan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, saat ini, tidak ada konfirmasi dari saluran resmi bahwa Kim Jong-un telah meninggal.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 April 2020  |  07:17 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. - Reuters
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sebuah sumber yang jngin dirahasiakan mengatakan bahwa ada tim medis dari China yang dikirimkan ke Korea Utara untuk menangani kondisi kesehatan pemimpin di negara tersebut.

Delegasi China itu dikabarkan meninggalkan Beijing ke Korea Utara pada hari Kamis. Dari delegasi itu, terdapat dokter dan pejabat PKC, menurut tiga orang sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Tujuan kepergian delegasi ini juga tidak diumumkan dan Beijing sejauh ini menolak berkomentar. Pada hari Senin, spekulasi menyebar pemimpin Korea Utara itu dalam keadaan sakit setelah menjalani operasi jantung pada 12 April. Namun kabar itu dibantah. Demikian dilansir dari Express.co.uk.

Penampilan terakhirnya di depan umum adalah pada 11 April, pada pertemuan politbiro. Laporan-laporan ini kemudian diabaikan oleh intelijen AS, yang melaporkan bahwa mereka tidak memiliki alasan untuk berpikir bahwa Kim menderita jenis penyakit serius.

Demikian pula, pada saat itu, Kantor Berita Korea Selatan Yonhap mengutip seorang pejabat pemerintah yang mengatakan tidak ada yang aneh dari Korea Utara yang dapat menunjukkan bahwa Kim sakit. Namun, dalam eskalasi situasi, Televisi Satelit Hong Kong melaporkan pada hari Jumat bahwa Kim sudah mati, meskipun belum ada konfirmasi dari sumber internasional pada saat ini.

Tapi, seorang pejabat senior Pentagon mengatakan AS terus memantau laporan seputar kesehatan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, saat ini, tidak ada konfirmasi dari saluran resmi bahwa Kim Jong-un telah meninggal.

Ada ancaman signifikan terhadap keamanan dunia jika Kim Jong-Un mati. Kematiannya dapat memaksa AS dan Korea Selatan melakukan aksi militer yang akan "membuat Afghanistan dan Irak pucat sebagai perbandingan", para ahli memperingatkan.

Namun, baik Korea Selatan dan China mengatakan mereka percaya laporan bahwa dia dalam "bahaya besar" tidak berdasar.

Fakta bahwa Kim, yang diyakini berusia 36 tahun, telah menghilang dari liputan di media pemerintah Korea Utara bukanlah hal yang aneh.

Dia telah menghilang sebelumnya, pada tahun 2014, dia menghilang selama lebih dari sebulan dan TV pemerintah Korea Utara kemudian menunjukkan dia berjalan dengan pincang.

Spekulasi tentang kesehatannya telah dipicu oleh kebiasaan merokoknya yang berat, kenaikan berat badan yang jelas sejak mengambil kekuasaan dan riwayat kesehatan keluarga yang berkaitan dengan masalah kardiovaskular.

Ketika ayah Kim Jong-Un, Kim Jong Il, menderita stroke pada tahun 2008, media Korea Selatan melaporkan pada saat itu bahwa dokter China terlibat dalam perawatannya bersama dengan dokter Prancis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china kim jong un

Sumber : Express.co.uk

Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top