Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Penjelasan Sri Mulyani Soal Lelang Perencanaan Ibu Kota Baru

Pemerintah memutuskan mengalihkan anggaran infrastruktur ibukota baru. Sementara itu lelang perancangan ibu kota baru tetap dilanjutkan
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 April 2020  |  14:21 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan kepada tim Bisnis Indonesia saat wawancara eksklusif di Jakarta, Jumat (22/11/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan kepada tim Bisnis Indonesia saat wawancara eksklusif di Jakarta, Jumat (22/11/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan mengalihkan anggaran penyiapan infrastruktur ibu kota baru di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk penanggulangan wabah virus corona.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Kementerian PUPR memutuskan mengalihkan anggaran untuk infrastruktur ibukota baru lantaran adanya kebutuhan mendesak terkait anggaran untuk mengatasi pandemi corona.

“Sudah diputuskan dilakukan shifting,” kata Sri Mulyani seperti dikutip dari Tempo.co, Jumat (24/4/2020)

Dia melanjutkan Kementerian PUPR juga mengalihkan alokasi belanja modal ke biaya untuk menyiapkan rumah sakit terutama untuk penanangan wabah corona. Menurutnya, sebagian dari total anggaran belanja modal Kementerian PUPR yang mencapai Rp120 triliun, telah dialihkan.

“Salah satu proyek adalah rumah sakit khusus Covid-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau,” lanjut Sri Mulyani.

Adapun, mengenai Kementerian PPN/Bappenas yang tetap melanjutkan proses lelang perancangan ibu kota baru, dia mengatakan proyek itu telah dilakukan sebelum wabah corona atau Covid-19 menjamah Indonesia.

Berdasarkan catatan Bisnis, Kementerian PPN/Bappenas sudah melakukan penawaran paket jasa konsultasi penyusunan rencana induk dan strategi pengembangan ibu kota negara (IKN) senilai Rp85 miliar menggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menyebutkan pemerintah berpeluang besar menunda proyek ibu kota negara sampai situasi kondusif.

"Ke depan tidak menutup kemungkinan juga beberapa proyek pembangunan, termasuk Ibu Kota Negara baru bisa ditunda sampai situasi berjalan normal kembali,” ujarnya.

Hal itu tak lepas dari permintaan Presiden Joko Widodo untuk memfokuskan pekerjaan pemerintah untuk menangani wabah corona.

Dalam rapat bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, pada Selasa (24/2/2020), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan belum ada kegiatan pembangunan ibu kota baru pada 2020.  

"Rasanya bapak ibu sendiri yang menyetujui anggaran PUPR 2020, tidak ada satu pun kegiatan IKN di 2020," tutur Basuki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani ibukota Kementerian PUPR IKN

Sumber : Tempo.co

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top