Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Luhut Gerah Dikritik Terus Ngomongin Investasi Saat Corona. Ini Klarifikasinya

Luhut telah memikirkan upaya untuk memacu investasi ke depan, terutama di bidang pariwisata, sektor yang saat ini paling tertekan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 22 April 2020  |  21:15 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaankondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaankondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -  Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengaku sering mendapatkan kritik akibat berbicara tentang investasi saat Indonesia masih dihadapkan dengan pandemi virus corona atau Covid-19.

Dia menjelaskan implementasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah di Indonesia mau tidak mau memberikan dampak signifikan bagi ekonomi nasional baik dari sisi makro maupun mikro. Sejumlah sektor yang masih bisa bergerak, seperti logistik, pun tidak mampu bertumbuh seperti sebelumnya akibat pandemi ini.

Di sisi lain, implementasi PSBB itu memungkinkan penghentian penyebaran Covid-19 semakin cepat. Dengan begitu, jelas dia, kondisi akan kembali normal seperti sebelumnya.

Luhut mengatakan saat itu realisasi investasi akan bisa kembali terjadi di Indonesia guna menyokong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Makanya sekarang orang kritik saya, kok sekarang sudah bicara investasi padahal masih Covid-19," jelasnya dalam dialog bersama Menko Marves bertajuk Indonesia Bicara yang ditayangkan TVRI, Rabu (22/4/2020) malam.

Menko Marves menjelaskan periode sulit akibat Covid-19 ini bisa diprediksi akhirnya. Kemungkinan, jelasnya, pandemi ini akan berangsur hilang pada Juli dan Agustus 2020. "Kita kan harus siap-siap kalau [pandemi] selesai. Makanya, kita buat rencana."

Menurutnya, pihaknya telah memikirkan upaya untuk memacu investasi ke depan, terutama di bidang pariwisata. Sektor yang saat ini paling tertekan, jelas dia, juga akan paling cepat kembali bangkit pascapandemi.

"Apa yang paling cepat bisa rebound? Pariwisata. Kita buatlah perencanaan pariwisata. Mana yang paling cepat? Bali. Saya harus lihat satu langkah ke depan," tegas Luhut.

Dia berharap upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan beragam program dan stimulus mesti didukung dengan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan imbauan dan arahan pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Luhut Pandjaitan covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top