Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Masih Optimistis Ekonomi Jerman Menguat Tahun Ini

Harapan dan keyakinan untuk ekonomi Jerman selama enam bulan ke depan naik ke level tertinggi sejak pertengahan 2015.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 21 April 2020  |  18:25 WIB
Seorang perempuan mengenakan masker berjalan melewati papan petunjuk yang memandu orang ke pintu masuk stasiun penguji korona di sebuah rumah sakit di Berlin, Jerman. - Bloomberg
Seorang perempuan mengenakan masker berjalan melewati papan petunjuk yang memandu orang ke pintu masuk stasiun penguji korona di sebuah rumah sakit di Berlin, Jerman. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Para investor meyakini bahwa ekonomi Jerman akan kembali bertumbuh pada kuartal III/2020 setelah pandemi virus corona atau Covid-19 mengguncang ekonominya.

Dilansir Bloomberg, penilaian untuk kondisi saat ini terhadap ekonomi terbesar Eropa itu anjlok pada bulan April ke level terendah, yang disebabkan oleh kebijakan lockdown selama satu bulan.

Meski demikian, harapan untuk ekonomi Jerman selama enam bulan ke depan naik ke level tertinggi sejak pertengahan 2015.

Kepercayaan diri ini mungkin juga dipicu oleh langkah berani Kanselir Angela Merkel untuk melonggarkan beberapa kebijakan pembatasan mulai pekan ini untuk menghidupkan kembali perekonomian.

"Pakar pasar keuangan mulai melihat secercah harapan. Meskipun resesi Jerman diperkirakan tidak akan melampaui kuartal ini, tingkat output diproyeksi tidak kembali ke tingkat pra-pandemi sebelum 2022," ujar Presiden ZEW Achim Wambach, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (21/4/2020).

Sebelumnya Bank Sentral Jerman, Bundesbank, mengatakan bahwa output ekonomi akan menurun tajamm pada awal tahun dan akan menyusut pada kecepatan yang lebih tinggi pada kuartal III/2020.

Meski demikian masa pemulihan akan berjalan lebih cepat selama langkah-langkah pengendalian yang diberlakukan saat ini tetap ada.

Baik pemerintah Jerman dan Bank Sentral Eropa telah meluncurkan program stimulus besar-besaran untuk mencegah kerusakan ekonomi yang berkelanjutan, meskipun laporan perusahaan dari seluruh wilayah mencerminkan penurunan yang signifikan.

Produsen mobil terkemuka, Volkswagen AG pekan lalu menghapus prediksi bisnis setahun penuh setelah penjualan dan produksi kendaraan terhenti di pasar-pasar utama, sementara pembuat pakaian olahraga Adidas AG terpaksa mencari bantuan eksternal.

Sementara itu, peritel mungkin dapat menyaksikan ketegangan mereda dalam beberapa pekan mendatang menyusul persetujuan pemerintah Jerman dengan 16 negara bagian untuk mengizinkan toko-toko kecil kembali dibuka setelah lockdown berjalan selama sebulan.

Tetap saja, bisnis seperti bar dan restoran yang tutup berkontribusi pada penurunan konsumsi.

Bloomberg Economics memperkirakan ekonomi Jerman akan terkontraksi 5,5 persen tahun ini, kecepatan yang sama dengan yang diamati pada 2009 selama Krisis Finansial Besar. Zona euro mungkin akan lebih buruk.

Indikator ZEW untuk kondisi saat ini di wilayah tersebut mencapai rekor terendah bulan ini. Ekspektasi meningkat pada negara dengan lingkup ekonomi yang mirip dengan Jerman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi jerman Virus Corona covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top