Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bentrok dengan Anggota TNI, Dua Personel Polri Meninggal di Papua

Bentrokan berujung maut antara anggota TNI dan personel Polri di Papua menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 12 April 2020  |  11:53 WIB
Bentrok dengan Anggota TNI, Dua Personel Polri Meninggal di Papua
Bentrokan berujung maut antara anggota TNI dan personel Polri di Papua menyebabkan dua orang meninggal dunia. - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bentrokan berujung maut antara anggota TNI dan personel Polri di Papua menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel CPL Eko Daryanto membenarkan ada dua anggota Polri bernama Briptu Marselino Rumaikewi dan Bripda Yosias yang meninggal akibat berkelahi dengan anggota TNI.

Eko menjelaskan bahwa kedua anggota Polres Membramo Raya Papua tersebut diduga berkelahi dengan anggota TNI dari Yonif 755/20/3-Kostrad. Bentrokan terjadi karena  kesalahpahaman pada 12 April 2020 sekitar pukul 07.40 WIT di pertigaan Jalan Pemda I, Kampung Kasonaweja, Distrik Membramo Yengah, Kabupaten Membramo Raya.

"Memang benar, jadi diuga ada kesalahpahaman. Akibat insiden itu, dua personel Polri meninggal dunia," tutur Eko dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Menurut Eko, dua jenazah anggota Polri tersebut sudah dievakuasi ke RSB Kawera Kasonaweja. Anggota TNI yang terlibat konflik diminta tetap berada di Pos.

"Sampai dengan keterangan pers ini diberikan, tim gabungan TNI-Polri masih melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mendapat keterangan serta fakta akurat atas kejadian ini," kata Eko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua bentrok tni-polri
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top