Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Paling Banyak Pasien Positif Corona di Jatim, Surabaya Belum Ajukan PSBB

Saat ini Pemkot Surabaya tengah mengkaji Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 sebagai dasar hukum pemberlakuan PSBB. Kebijakan PSBB ini bakal memiliki efek luar biasa, khususnya bagi perekonomian.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 April 2020  |  20:09 WIB
Warga beraktivitas di Jalan Rungkut Menanggal, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/4/2020). Warga setempat menutup jalan penghubung Kota Surabaya-Sidoarjo itu untuk memutus penyebaran Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO - Didik Suhartono
Warga beraktivitas di Jalan Rungkut Menanggal, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/4/2020). Warga setempat menutup jalan penghubung Kota Surabaya-Sidoarjo itu untuk memutus penyebaran Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO - Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Surabaya belum mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai upaya pencegahan wabah virus Corona (Covid-19). Pemkot beralasan masih mengkaji Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 sebagai dasar hukum pemberlakuan PSBB.

“Saat ini kami masih terus berdiskusi dengan instansi terkait untuk membahas kajian dan analisa dampak dari penerapan PSBB," kata Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser, dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/4/2020).

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya ini, kajian dan analisis tersebut perlu dilakukan terlebih dahulu karena pemberlakuan PSBB berdampak terhadap banyak hal, terutama dampak ekonomi sosial.

Setelah kajian dan analisa rampung, kata dia, Pemkot Surabaya akan mengajukan surat ke Pemprov Jatim sebelum kemudian diteruskan Kementerian Kesehatan. "Tidak mungkin pemkot langsung kirim surat ke pemerintah pusat karena kan harus melalui tahapan ke provinsi dahulu."

Fikser mengaku sejauh ini Pemkot Surabaya bersama instansi terkait hanya sebatas melakukan imbauan kepada masyarakat sebagai upaya preventif demi mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu melakukan penyemprotan kendaraan di 19 pintu masuk ke Kota Surabaya.

Hingga Ahad kemarin, 5 April 2020, Kota Surabaya tercatat sebagai daerah di Provinsi Jawa Timur yang paling banyak kasus pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, yakni 84 kasus. Sebanyak 6 pasien positif di antaranya meninggal dunia dan 21 orang dinyatakan sembuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Virus Corona

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top