Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tim Pakar Covid-19: Disinfektan Hanya untuk Benda Mati Bukan Manusia

Ketua Tim Pakar Gugas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito mengatakan cairan disinfektan merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada permukaan benda mati.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  10:19 WIB
Warga berada di dalam bilik disinfektan di kawasan Blok M, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), bilik yang berisikan cairan disinfektan seperti alkohol, clorin, H2O2 justru dapat membahayakan manusia hingga dua tahun ke depan karena mengandung karsinogenik. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Warga berada di dalam bilik disinfektan di kawasan Blok M, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), bilik yang berisikan cairan disinfektan seperti alkohol, clorin, H2O2 justru dapat membahayakan manusia hingga dua tahun ke depan karena mengandung karsinogenik. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat diminta berhati-hati dalam menggunakan disinfektan. Penyemprotan disinfektan juga hanya diperbolehkan terhadap benda mati. Tidak direkomendasikan penyemprotan pada manusia.

Ketua Tim Pakar Gugas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito mengatakan cairan disinfektan merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada permukaan benda mati.

Penyemprotan cairan diisnfektan dapat dilakukan di atas kursi, meja, gagang pintu, tombol lift, pegangan eskalator hingga westafle. Setelah satu menit, petugas dapat membersihkan dengan mikrofiber atau sarung tangan.

“Penyemprotan ke tubuh manusia tidak direkomendasikan karena berbahaya bagi kulit, mulut, dan mata menimbukan iritasi,” katanya melalui siaran langsung di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Dia meminta pemerintah tidak menggunakan cairan disinfektan secara berlebihan seperti fogging. Pasalnya tindakan itu justru membahayakan dan menyebabkan iritasi kulit hingga gangguan saluran pernapasan.

“Dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan disinfektan di area publk transportasi, sekolah, rumah makan perlu memperhatikan komposisi yang benar,” ujarnya.

Adapun penggunaan UV light dalam konsentrasi yang berlebihan dan jangka panjang akan menimbulkan kanker kulit. Metode pencegahan tersebut dapat diganti dengan selalu mencuci tangan, hindari menyentuh area wajah dan segera mandi ketika sampai di rumah. Masyarakat juga diminta langsung mencuci pakaian menggunakan sabun.

“Tetap waspada dengan Covid-19 dan selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun, hindari menyentuh area wajah yaitu mata, hidung, dan mulut. Lakukan dengan disiplin,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona disinfektan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top