Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, 15,2 Juta KK Akan Terima Bantuan Langsung Tunai

Sedikitnya 15,2 juta rumah tangga akan mendapat bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan mulai April 2020 sebagai dampak dari penyebaran virus corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  17:59 WIB
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). - Antara
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan sedikitnya 15,2 juta rumah tangga akan mendapat bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan mulai April 2020 sebagai dampak dari penyebaran virus corona jenis COVID-19.

"Pemerintah sudah mempersiapkan BLT dengan cakupan 15,2 juta rumah tangga melalui mekanisme bantuan pangan non-tunai (BPNT). Ini Insya Allah diberikan setiap bulan dan ada penambahan dari jumlah yang pertama," kata Wapres dalam telekonferensi pers dari Kediaman Dinas Wapres Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Pemerintah sedang melakukan pendataan terkait jumlah masyarakat miskin dan rentan yang berhak menerima bantuan tersebut. Wapres menambahkan bantuan itu dapat dirasakan masyarakat mulai bulan depan.

"BLT sudah akan diterapkan mulai April, karena Maret sudah mau berakhir. Kami perkirakan pertama itu 3 bulan. Jadi, masa pemberian itu 3 bulanan. Kita lihat sesudah 3 bulan nanti bagaimana," kata Wapres seusai memimpin rapat telekonferensi bersama sejumlah menteri terkait.

Pendataan yang dilakukan pemerintah juga mencakup penghitungan jumlah penerima dan nilai bantuannya termasuk dampaknya pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Sementara itu, Kementerian Sosial juga mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua pada pertengahan Maret untuk meringankan beban keluarga yang terdampak wabah COVID-19.

"Penyaluran PKH tahap kedua, yang seharusnya April, menjadi pertengahan Maret. Tahap ketiga, yang seharusnya Juli, menjadi April. Sehingga (selama) masa tanggap darurat, KPM [keluarga penerima manfaat] mendapatkan manfaat ganda," kata Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta pada Selasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blt Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top