Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenapa Jokowi Tidak Pilih Lockdown untuk Atasi Corona Covid-19?

Jokowi mengaku telah mengamati kebijakan seluruh negara saat menghadapi Covid-19. Hal ini dilaporkan oleh duta besar Indonesia untuk negara-negara lain melalui Kementerian Luar Negeri.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  11:45 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Oleh sebab itu dirinya tidak memilih opsi lockdown untuk Indonesia terkait penanganan penyebaran virus corona Covid-19.

Jokowi mengaku telah mengamati kebijakan seluruh negara saat menghadapi Covid-19. Hal ini dilaporkan oleh duta besar Indonesia untuk negara-negara lain melalui Kementerian Luar Negeri.

“Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing menjaga jarak aman, kalau itu bisa kita lakukan saya yakin kita bisa mencegah penyebaran Covid 19 ini,” kata Presiden membuka rapat terbatas soal Pengarahan Presiden kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemi Covid-19 melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

Namun, hal itu membutuhkan sebuah kedisiplinan yang kuat. Seluruh masyarakat harus ikut berperan serta untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Bila itu semua dapat dilakukan secara taat oleh masyakrat, Presiden yakin opsi menjaga jarak akan menunjukan hasil yang baik.

Jokowi juga menegaskan bahwa masyarakat harus mematuhi imbauan isolasi dari rumah sakit.

“Saya baca sebuah berita, sudah diisolasi membantu tetangganya yang mau hajatan, ada yang sudah diisiolasi masih belanja di pasar, kedisplinan untuk mengisolasi yang penting,” kata Jokowi.

Adapun pemerintah telah menghitung sejumlah skenario untuk mengalkulasi dampak Covid-19 di Indonesia. Saat ini, Jokowi menggenggam skenario ringan hingga berat. “

"Dan saya kira kita ingin kita berada di skenario yang ringan dan kalau betul-betul sulit dibendung ya paling tidak kita masuk ke skenario sedang jangan sampai masuk ke skenario yang paling buruk,” katanya.

Sementara itu, Jokowi juga meminta setiap kepala daerah menghitung dengan cermat setiap kebijakan yang diambil dalam pengendalian penularan virus corona. Pasalnya, virus tersebut bukan memberikan dampak kepada kesehatan saja, tetapi juga sosial ekonomi.

“Intinya kita ingin 3 hal yang menjadi fokus. Pertama, keselamatan kesehatan adalah yang utama tapi siapkan. Kedua, social safety net, bantuan sosial tolong disiapkan. Ketiga, dampak ekonomi dihitung betul sehingga kesiapan kita dalam menyediakan stok pangan betul-betul ada,” kata Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top