Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cara Jamaah Maiyah Cak Nun Hentikan Pengajian Antisipasi Corona

Salah seorang jamaahnya menyatakan bahwa 'Corona itu hanya upilnya KiaiKanjeng' sehingga ia merasa kecewa karena 17-an tidak dilaksaakan sebagaimana 21 tahun sebelumnya berturut-turut selalu dilaksanakan.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  20:34 WIB
Emha Ainun Nadjib dalam sebuah pengajian Jamaah Maiyah. - caknun.com
Emha Ainun Nadjib dalam sebuah pengajian Jamaah Maiyah. - caknun.com

Bisnis.com, JAKARTA – Jamaah Maiyah, kelompok pengajian yang biasa digelar oleh Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun, ikut menghentikan kegiataannya untuk memitigasi penularan virus corona atau Covid-19.

Pengumuman penghentian pengajian itu diungguh lewat kanal Youtube CakNun.com, Rabu (18/3/2020). Biasanya Jamaah Maiyah rutin melakukan pengajian, dan keliling di setiap daerah di Jawa, terutama pada tiap tanggal 17 yang biasanya dilakukan acara Penggiat Mocopat Syafaat Yogya.

Yang hadir pada pengajian Jamaah Maiyah acap kali mencapai ribuan orang. Acara itu biasanya digelar hingga larut malam, bahkan rata-rata mencapai pukul 03.00 WIB. Dalam acara tersebut Cak Nun biasanya memberikan ceramah atau melakukan Sholawatan.

Kali ini acara pengajian Jamaah Maiyah dihentikan. Hal itu disampakan dalam narasi video. Berikut ini narasi video tersebut:

Apakah Jamaah Maiyah adalah kumpulan masyarakat yang gagah berani terhadap atmosfer pandemi Coronavirus? La khoufun 'ala Corona wala hum yahzanun?

Apakah Penggiat Mocopat Syafaat Yogya adalah para pengecut yang cemen dan keder terhadap Corona, sehingga pada tanggal 17 Maret Mocopat Syafaat tidak bisa dilaksanakan? Sedangkan salah seorang jamaahnya menyatakan bahwa "Corona itu hanya upilnya KiaiKanjeng" sehingga ia merasa kecewa karena 17-an tidak dilaksaakan sebagaimana 21 tahun sebelumnya berturut-turut selalu dilaksanakan?

Jamaah Maiyah tidak takut kepada Perang Dunia, luncurkan rudal dan bom serta apapun saja selain Allah. Yang Jamaah Maiyah takuti adalah bersikap takabur, mungguh, GW, gede rumongso, serta meremehkan qadia qadarnya Allah Swt.

Yang Jamaah Maiyah pengecut adalah merasa kuat, merasa sehat, merasa sakti, merasa kebal, bahkan merasa dekat kepada Allah sehingga memastikan ia dan mereka akan dilindungi oleh Allah dari penyakit, mudlarat, dan kematian.

Kalau dilindungi dari penyakit dan mudlarat bisa ditemukan rasionalitasnya, tetapi kalau merasa dilindungi Allah dari kematian adalah kelucuan dan kekonyolan, sebab justru Allah-lah pengambil keputusan atas kematian semua makluk-Nya.

Yang mencelakakan hidup Jamaah Maiyah bukanlah Corona, melainkan takabur dan kesombingan dalam mentalnya, kebodohan dalam pikirannya, dan tiadanya ilmu tawadhlu' dalam hatinya.

Tidak seorang pun dari Keluarga Maiyah yang bisa memastikan bahwa kalau Mocopat Syafaat dan Maiyahan-Maiyahan berikutnya tetap dilaksanakan sebagaimana biasanya--akan tidak terjadi serbuk kemudlaratan Corona, yang akan membuat menderita siapapun saja yang dilimpahi olehnya.

Mocopat Syafaat dan semua Lingkar Maiyah tidak berhak membuka pintu kemudlaratan bagi jamaahnya dan siapapun.

Tidak boleh meremehkan dan harus tahu diri atas ketidakmampuannya untuk mengantisipasi kemudlaratan. Termasuk masyarakat umum jangan disodori peluang untuk menilai bahwa Maiyah sok sakti, bersikap sombong dengan tetap berkumpul banyak orang.

Klau ada Jamaah Maiyah yang sakti dan kebal dari serangan Corona, ia bertanggung jawab untuk menjamin kekebalan seluruh Jamaah Maiyah dan semua siapapun saja yang datang di Maiyahan.

Hanya Allah Swt yang Maha Perkasa yang berposisi untuk menyatakan bahwa virus Corona itu cemen dan hanya upilnya KiaiKanjeng. Nabi Muhammad Saw sendiri menganjurkan agar ketika nanti Dajjal dan Ya'juj menyerbu, sebaiknya semua kita bersembunyi di rumah masing-masing. Jangan ke Mall, stadion atau Maiyahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Cak Nun
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top