Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Senat AS Loloskan RUU Bantuan Finansial untuk Pengujian Virus Corona

Senat Amerika Serikat pada Rabu (18/3/2020) waktu setempat meloloskan rancangan undang-undang (RUU) fase kedua untuk merespons pandemi virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  06:11 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA – Senat Amerika Serikat pada Rabu (18/3/2020) waktu setempat meloloskan rancangan undang-undang (RUU) fase kedua untuk merespons pandemi virus corona (Covid-19).

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya para pembuat kebijakan untuk menindaklanjuti paket ekonomi tambahan yang oleh pemerintahan Presiden Donald Trump diperkirakan akan menelan biaya hingga sebesar US$1,3 triliun.

Mayoritas suara di Senat yang meloloskan RUU tersebut, mengikuti langkah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada Sabtu (14/3/2020), melancarkan langkah Trump untuk memberikan cuti sakit berbayar, bantuan makanan bagi populasi yang rentan, dan bantuan keuangan untuk pengujian virus corona.

Ketika Senat melakukan pemungutan suara, para pemimpin Partai Republik dan Demokrat sudah mengerjakan proposal RUU berikutnya.

"Senat akan bertahan dalam sesi ini sampai kami menyelesaikan fase ketiga, RUU berikutnya, dan mengirimkannya ke DPR,” ujar Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell, seperti dilansir Bloomberg.

“Saya tidak bisa memprediksi kapan RUU itu akan siap untuk dilakukan pemungutan suara, tetapi kami bergerak cepat karena situasi mendesak,” tambah McConnell.

Anggota Partai Republik Susan Collins memperkirakan Senat akan melakukan voting untuk RUU fase tiga pekan ini. Sementara itu, Senator Republik Marco Rubio mengatakan, McConnell telah meminta para senator untuk mengirimkan proposal mereka kepadanya pada Kamis (19/3/2020) pagi waktu setempat.

Ketika banyak warga Amerika menghentikan sebagian besar aktivitas sehari-hari mereka demi menghindari penyebaran virus, Gedung Putih secara dramatis meningkatkan permintaannya kepada Kongres untuk dana tambahan senilai US$1,3 triliun.

Dana tersebut mencakup US$500 miliar sebagai pembayaran langsung kepada warga Amerika, US$50 miliar dalam bentuk pinjaman kepada sektor maskapai penerbangan yang tertekan, dan US$150 miliar untuk sektor-sektor ekonomi yang sangat terdampak wabah corona.

Krisis ini telah mendorong Kongres untuk bertindak pada skala yang belum pernah dialami sejak krisis keuangan 2008-2009.

Menyelesaikan paket berikutnya dengan cepat akan menjadi tantangan besar. McConnell mewakilkan tiga kelompok Senat dari Partai Republik untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump membuat konsep RUU, yang kemudian akan diajukan ke pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer untuk negosiasi bipartisan.

Senat Partai Republik John Thune mengatakan para senator sedang berupaya untuk menyelesaikan proposal RUU fase ketiga pada Kamis.

"Ada banyak roda yang bergerak tetapi mudah-mudahan mengemudi ke arah yang benar,” ungkap Thune.

Rencana bantuan pertama yang diloloskan oleh Kongres AS awal bulan ini menyediakan dana senilai US$8,3 miliar untuk kebutuhan perawatan kesehatan darurat akibat virus corona.

Adapun rencana kedua, fase yang diloloskan oleh Senat pada Rabu, berupaya memberikan bantuan ekonomi dan merupakan hasil negosiasi yang intens antara Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona Donald Trump
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top