Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Politisi Dunia yang Mengisolasi Diri karena Corona

Politisi dan kepala pemerintahan di sejumlah negara mengisolasi diri.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 14 Maret 2020  |  20:39 WIB
Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para eksekutif bank di Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Rabu, 11 Maret 2020. Trump mengatakan akan membuat pernyataan padda Rabu (11/3/2020) malam tentang bagaimana dia akan meredam wabah virus corona. - Bloomberg
Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para eksekutif bank di Gedung Putih di Washington, DC, AS, pada hari Rabu, 11 Maret 2020. Trump mengatakan akan membuat pernyataan padda Rabu (11/3/2020) malam tentang bagaimana dia akan meredam wabah virus corona. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Penyebaran virus Corona atau COVID-19 memaksa politisi dan kepala pemerintahan di sejumlah negara untuk mengisolasi diri.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau adalah kepala negara yang baru saja mengisolasi diri setelah istrinya, Sophie Grégoire Trudeau, dinyatakan positif virus Corona.

Virus telah menyebabkan puluhan pejabat pemerintah di seluruh dunia, mulai dari administrator hingga kepala negara, untuk mengambil tindakan pencegahan setelah mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi atau telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Belum ada laporan bahwa Trudeau terinfeksi virus, tetapi ia bergabung dengan daftar panjang pejabat yang telah memindahkan diri mereka dari tempat kerja mereka, termasuk anggota parlemen AS terkemuka, seorang menteri kesehatan Inggris, wakil menteri kesehatan Iran, menteri kebudayaan Iran, menteri kebudayaan Prancis dan presiden Parlemen Eropa, menurut laporan CNN, Jumat (13/3/2020).

Pada masa krisis, politisi diharapkan untuk berjabat tangan dan bahkan mengunjungi rumah sakit di mana mereka rentan jatuh sakit. Tetapi setiap pemimpin akan mengambil langkah bijaksana dengan mengembangkan rencana untuk terus menjalankan pemerintahan dalam isolasi diri atau karantina.

"Perdana Menteri akan menghabiskan hari itu dalam briefing, panggilan telepon, dan pertemuan virtual dari rumah, termasuk berbicara dengan para pemimpin dunia lainnya dan bergabung dengan diskusi komite kabinet COVID-19 khusus," kata kantor Trudeau pada hari Kamis.

Istrinya menunjukkan gejala seperti flu ringan setelah menghadiri acara di Inggris, menurut kantor perdana menteri Kanada, dilaporkan CTV News. Pertemuan para menteri secara pribadi telah ditunda.

Trudeau bukan satu-satunya. Presiden Parlemen Eropa, David Sassoli, juga mengasingkan diri selama dua minggu sebagai tindakan pencegahan, setelah pergi ke Italia selama akhir pekan lalu. Pada hari Selasa, ia memimpin pertemuan Uni Eropa di Brussels melalui konferensi video.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat ini sedang menunggu hasil tes Covid-19, tweet putranya Eduardo Bolsonaro pada Kamis, setelah sekretaris persnya Fabio Wajngarten dinyatakan positif.

Presiden Donald Trump mengatakan kepada orang-orang yang dekat dengannya bahwa ia sekarang khawatir akan melakukan kontak dengan orang-orang yang telah memiliki virus Corona, termasuk Wajngarten, yang baru-baru ini bersama Trump di Mar-a-Lago.

Secara terpisah, sembilan anggota parlemen AS, beberapa di antaranya memiliki kontak baru-baru ini dengan Trump, sekarang mengambil langkah-langkah untuk mengkarantina diri sebagai tindakan pencegahan setelah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi lainnya.

Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa mengkarantina diri sejak Senin selama dua minggu, meski dia dinyatakan negatif COVID-19, menurut laporan Reuters.

Jajaran pemerintahan Iran adalah yang paling terdampak virus. Mantan menteri luar negeri Iran dan penasihat saat ini untuk Ayatollah Ali Khamenei, Dr. Ali Akbar Velayati, telah dinyatakan positif mengidap virus dan saat ini sedang dikarantina di rumahnya di Teheran, sebuah rumah sakit Teheran mengatakan kepada kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, pada Kamis. Mantan penasihat lain untuk Khameni baru-baru ini meninggal setelah terinfeksi.

Awal bulan ini, para pejabat mengkonfirmasi bahwa 23 anggota (atau 8%) dari 290 anggota parlemen Iran telah dinyatakan positif terkena virus. Dua anggota diketahui meninggal. Beberapa wakil presiden Iran dinyatakan positif.

Para pejabat tinggi di Prancis juga telah melaporkan infeksi, termasuk beberapa anggota parlemen Prancis dan Menteri Kebudayaan negara itu Franck Riester. Ada keraguan apakah parlemen akan berkumpul kembali pada 23 Maret seperti yang direncanakan.

Di Inggris, menteri kesehatan junior Nadine Dorries juga positif virus Corona. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadiri pertemuan dengan Dorries tidak lama sebelum dia dinyatakan positif, tetapi dia mengatakan dia tidak akan menjalani tes karena dia tidak menunjukkan gejala.

Namun, Mirror.co.uk melaporkan, puluhan anggota Parlemen Inggris dan menteri mengisolasi diri setelah Dorries dinyatakan positif.

Dan di Mongolia, Presiden Khaltmaagiin Battulga dan pejabat lainnya telah ditempatkan di bawah karantina selama dua minggu, setelah kembali dari perjalanan satu hari ke Cina. Presiden Mongolia akhirnya dinyatakan negatif.

Ketika virus menyebar, negara-negara di seluruh dunia dapat melihat lebih banyak pejabat yang berurusan dengan virus secara pribadi, serta secara politis. Fakta bahwa virus Corona tampak lebih berbahaya bagi orang lanjut usia dapat menjadi perhatian di negara-negara di mana para pejabat berpangkat tinggi rata-rata berusia 60 sampai 80-an.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who Virus Corona

Sumber : Tempo.co

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top