Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Qantas Pangkas Kapasitas Penerbangan Internasional 23 Persen

Qantas Airways Ltd. memangkas hampir seperempat dari penerbangan internasional selama enam bulan, sekaligus mengandangkan sebagian pesawat Airbus A380 dan memangkas gaji manajemen di tengah tekanan dari wabah virus corona (Covid-19).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  09:25 WIB
Logo maskapai penerbangan Qantas - Reuters
Logo maskapai penerbangan Qantas - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Qantas Airways Ltd. memangkas hampir seperempat dari penerbangan internasional selama enam bulan, sekaligus mengandangkan sebagian pesawat Airbus A380 dan memangkas gaji manajemen di tengah tekanan dari wabah virus corona (Covid-19).

Dilansir Bloomberg, wilayah Asia mengalami penurunan kapasitas terbesar hingga 31 persendari tahun sebelumnya. Maskapai juga memangkas kapasitas layana di AS dan Inggris, atau mengganti armada dengan pesawat kapasitas yang lebih kecil.

Delapan dari 12 Airbus A380 milih Qantas akan di-ground sampai pertengahan September. Perombakan, yang menjadi salah satu respons paling dramatis terhadap wabah Covid-19 dibandingkan maskapai lainnya di seluruh dunia, disertai dengan pemotongan sejumlah biaya.

Gaji manajer eksekutif dan anggota dewan direksi Qantas akan dipangkas hingga 30 persen untuk sisa tahun finansial yang berakhir Juni 2020. Selain itu, Chief Executive Officer Alan Joyce tidak akan dibayar sama sekali.

"Dalam dua minggu terakhir kami telah melihat penurunan tajam dalam pemesanan di jaringan internasional kami," kata Joyce dalam pernyataannya.

"Kami memperkirakan penurunan permintaan akan berlanjut untuk beberapa bulan ke depan," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Saham Qantas turun 1,5 persen ke level A$4,09 pada pukul 10.51 waktu Sydney. Maskapai ini telah kehilangan hampir setengah valuasi sahamnya sejak akhir Desember menjadi sekitar A$ 6 miliar (US$4 miliar).

Penurunan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam waktu kurang dari satu bulan terakhir. International Air Transport Association (IATA) pekan lalu memperkirakan wabah Covid-19 akan memangkas pendapatan maskapai global hingga US$113 miliar hilang tahun ini, jauh lebih dalam dari perkiraan beberapa pekan sebelumnya sebesar US$30 miliar.

Joyce mengatakan Qantas dapat membuat lebih banyak lagi pengurangan layanan. "Kita bisa jauh lebih dalam," katanya. Dia mengatakan Qantas juga telah meminta Airbus SE untuk menunda pengiriman sebanyak 12 pesawat A350-1000 untuk layanan jarak jauh dari Sydney ke London dan New York.

Pengurangan ini membuat total pemotongan kapasitas internasional Qantas, termasuk pada maskapai berbiaya rendah Jetstar, menjadi 23 persen dari tahun sebelumnya.

Perusahaan yang berbasis di Sydney ini meminta semua karyawan untuk mengambil cuti yang dibayar atau tidak dibayar karena semakin sedikit pesawat yang mengudara. Qantas juga membatalkan pembelian kembali saham untuk menghemat anggaran senilai A$ 150 juta.

"Kami tahu kami bisa mengatasinya. Tidak semua maskapai di dunia akan melakukannya," kata Joyce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat qantas
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top